Unsur yang paling utama pada cerita pendek terdapat pada.......

Berikut ini adalah pertanyaan dari meisya5005 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Unsur yang paling utama pada cerita pendek terdapat pada.......

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema, tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, latae dan pelataran, dan pusat pengisahan. Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra.

Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan. Tema

minor ialah tema yang tidak menonjol. Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di

dalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjadi

makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah makna yang diniatkan

oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya. Makna muatan ialah

makana yang termuat dalam karya sastra tersebut. Tokoh ialah pelaku dalam karya sastra.

Penokohan atau perwatakan ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.

Ada beberapa cara menampilkan tokoh : Cara analitik, ialah cara

penampilan tokoh secara langsung melalui uraian pengarang. Jadi

pengarang menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung. Cara

dramatik, ialah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi

melalui gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku

atau tokoh dalam suatu cerita.

Dialog ialah cakapan antara seorang tokoh dengan banyak tokoh.

Dialog ialah cakapan antara dua tokoh saja.

Monolog ialah cakapan batin terhadap kejadian lampau dan yang sedang

terjadi.

Solilokui ialah bentuk cakapan batin terhadap peristiwa yang akan terjadi. Alur dan Pengaluran

Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian :

(1) Awal, yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya.

(2) Tikaian, yaitu terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku.

(3) Gawatan atau rumitan, yaitu konflik tokoh-tokoh semakin seru.

(4) Puncak, yaitu saat puncak konflik di antara tokoh-tokohnya.

(5) Leraian, yaitu saat peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap.

(6) Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan. Pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita.

Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra.

Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya. Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan sosial. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada. Latar sosial, ialah lukisan tatakrama tingkah laku, adat dan pandangan hidup. Sedangkan pelataran ialah teknik atau cara-cara menampilkan latar. Pusat pengisahan ialah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah privbadi yang diciptakan pengarang untuk menyampaikan cerita. Paling tidak ada dua pusat pengisahan yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Sebagai orang pertama, pencerita duduk dan terlibat dalam cerita tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita. Sebagai orang ketiga, pencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu.

Unsur ekstrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari luarnya menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain. UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK 1.Latar Belakang Penciptaan

adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan 2. Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan

adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat karya sastra diciptakan 3.Nilai Sosial

     adalah sebuah nilai yang mengajarkan kepada kita arti kehidupan sosial bagi manusia.

     4.Nilai Agama

     adalah nilai yang mengajarkan kepada kita semua atas pelajaran dari agama yang kita anut.

 5.Biografi pengarang

Data diri dari penulis cerpen tersebut

Penjelasan:

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh putriyeremia18 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 01 Feb 22