Menyimpulkan isi ungkapan simpati, kepedulian, empati atau perasaan pribadi dalam

Berikut ini adalah pertanyaan dari johanaongko3389 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Menyimpulkan isi ungkapan simpati, kepedulian, empati atau perasaan pribadi dalam bentuk cerita inspiratif yang dibaca dan didengar

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Tokoh Budiman merasa simpati dengan penderitaan sang wanita pengemis dan anaknya.

KEPEDULIAN

Tokoh Budiman merasa peduli dengan sang wanita pengemis dan anaknya yang belum makan berhari-hari.

EMPATI

Tokoh Budiman merasa tergugah perasaannya karena uang sepuluh ribu yang diberikannya ternyata berdampak besar bagi orang lain, walaupun uang itu sangat kecil baginya.

PERASAAN PRIBADI

Melalui tindakannya, tokoh Budiman merasa tindakannya sudah tepat berbagi rezeki dengan orang lain.

Adapun teks yang kakak jadikan rujukan adalah sebagai berikut.

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman.  Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan  rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar,  tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.  Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri  seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.  Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, ”Beri kami sedekah, Bu!”

Istri Budiman membuka dompetnya, lalu ia menyodorkan  selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu  menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan,  ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian  pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia  mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin  berkata, ”Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong  beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!”

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun  membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, ”Tidak...  tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!” Ironisnya  meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman  malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli camilan.  Pada kesempatan yang sama, Budiman berjalan ke arah ATM center  guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian,  Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan  langsung tombol informasi saldo. Sesaat kemudian muncul beberapa  digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari  ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki  dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, tetapi  kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu kemudian ia  lipat kecil untuk diberikan kepada wanita pengemis yang tadi meminta  tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima,  betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan  berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh  kesungguhan: ”Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima  kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan  keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk  tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah,  wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang saleh dan  salehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang  terhormat kelak nanti di surga...!”

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh 1718rebeccapurbahm dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 03 Aug 21