Buatlah sebuah cerita fantasi supranatural

Berikut ini adalah pertanyaan dari ridhop437 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Buatlah sebuah cerita fantasi supranatural

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

“Ketika Kegelapan Menelan Sang Senja”

Karya : Ainun Nur Muawana

18 Sept 2008

Malam itu dia tampak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Tidak biasanya dia hanya berdiam diri dikamar seperti sekarang ini, entah apa yang terjadi pada gadis yang seringkali disapa Ofi ini. Sejak kecil dia dikenal sebagai gadis yang ramah dan periang, meskipun kenyataannya dia hanya seorang gadis yang ditemukan di tempat pembuangan sekitar 12 tahun yang lalu dengan berselimutkan sarung dengan sulaman tangan bertuliskan Futuressa Ofigo dibagian sampingnya.

Sebelum berangkat sekolah dia tampak seperti biasa biasa, dengan senyum yang selalu melingkar diwajah indahnya dan sesekali diselingi sapaan kepada orang-orang yang dikenalnya. Namun ada yang aneh sepulangnya sekolah, senyum khas yang biasanya melingkar indah di wajahnya tak nampak sedikitpun. Berbagai pertanyaan terlintas dipikiran mereka yang melihatnya, apakah dia sakit? Atau…… mungkin dia sedang dihadapkan dengan banyak masalah? Tapi masalah apa? Setahu orang-orang sekitarnya dia adalah orang yang jarang bahkan tak pernah mendapatkan masalah, terlebih lagi dia adalah tipe orang yang tak pernah ingin menyusahkan orang lain. Sayangnya pertanyaan itu hanya sekedar pertanyaan tanpa jawaban belaka, karena bagaimanapun tak seorangpun yang berani untuk menanyakan hal tersebut. Sikapnya yang begitu dingin membuat orang-orang disekitarnya bahkan sahabatnya sendiri enggan untuk menanyakan banyak hal yang mungkin akan mengusiknya dan membuatnya marah. Bagaimana tidak, berbagai sapaan telah diutarakan untuknya namun tak satupun yang ditanggapinya, dia tetap saja melanjutkan langkahnya menuju kamar dan bergegas menguncinya. Semua hal ini membuat semua orang bertanya-tanya, satu hal yang pasti “sesuatu yang buruk telah terjadi padanya”.

19 Sept 2008, pukul 00:00

“Ahh………!!”

Jeritan ketakutan dari seorang wanita terdengar jelas ditelinga semua orang baik yang masih dalam keadaan terjaga maupun tidak, membuat orang-orang yang sudah tidur terbangun dan bergegas mencari asal suara tersebut.

“Dari mana asal suara itu??” Ucap Ibu Ming selaku pengurus panti dengan wajah cemas

“Ahh……..!!” suara jeritan itu terdengar kembali membuat pikiran orang kembali berputar pada siklusnya, menanyakan beribu rasa penasaran warga panti aka nasal suara tersebut.

“ Terdengar lagi bu!! Coba deh bu’ dengarkan baik-baik sepertinya tidak jauh dari sini” potong salah satu dari anak panti.

“ iya, ibu kira juga begitu. Kalau begitu, ibu minta partisipasi semua warga panti untuk ikut berpencar mencari asal suara tersebut. Ibu khawatir kalau-kalau ada teman saudara kita yang dalam kesusahan.”

Pencarian dimulai dengan menyusuri setiap sudut dari panti mulai dari aula sebagai tempat terluas dari panti, dapur, gudang, taman hingga wc sekalipun. Pencarian sudah dilakukan selama ini namun, tak satupun tanda-tanda akan keberadaan asal suara tersebut. Susasana menjadi hening untuk beberapa saat, tiba-tiba suara salah satu anak panti terdengar dari balik pintu aula dimana semua warga panti saat itu berada didalam aula panti.

“Bu….ibu….Ofi bu, Ofi!!!..hh….hhh..hhh” ucap anak panti yang telah membuka pintu tersebut sambil mencoba mengendalikan napasnya.

“Ada apa dengan Ofi nak?” Tanya ibu Ming dengan perasaan cemas.

“begini bu’, tadi waktu saya ke kamar saya, saya mendengar suara wanita yang menangis tersedu-sedu dan sesekali pula dia berteriak histeris seakan-akan sesuatu yang buruk benar-benar menimpahnya, awalnya saya kira suara itu berasal dari kamar teman-teman panti yang lain, namun setelah kuselidiki ternyata asal suara tersebut berasal dari kamarku dan Ofi. Maka dari itu saya beranggapan kalau suara tersebut adalah suara Ofi meskipun dalam volume dan tekanan suara yang sangat berbeda”

“Trus apa kamu sudah melihat keadaannya?” Tanya ibu ming menanggapi kesaksian Shinta selaku sahabat juga teman sekamar Ofi

“saya sudah mencoba untuk membuka pintu namun, pintunya terkunci terlebih lagi kunci hanya ada satu dan itu ada di Ofi bu….oh ia, tadi saya juga coba untuk menggedor pintu sambil sesekali menyahut seraya menyuruh Ofi untuk segera membukakanku pintu…..”

“trus bagaimana ? ada jawaban gak??” potong salah satu anak panti

“itu dia masalahnya dia tidak memberikan respon, seakan-akan dia tidak menghiraukanku. Jalan terakhir yang kulakukan adalah melihat dari satu-satunya celah yaitu lubang kunci yang teramat sangat kecil itu. Saat ku letakkan kepalaku didepan lubang kunci dan kuedarkan mataku ke sekitar kamar, kulihat Ofi…….

Semoga Bermanfaat :)

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh itzxyera dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sat, 15 Jan 22