Kerjakan soal-soal berikut!1. Bacalah puisi berikut!Kerandaderit-derit di ujung lorong ada

Berikut ini adalah pertanyaan dari 999666devil666999 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Kerjakan soal-soal berikut!1. Bacalah puisi berikut!

Keranda

derit-derit di ujung lorong ada yang sedang menjerit di dalam sana, meregang merasakan kesakitan, kini sewaktu-waktu nasib tak tentu dihuni batu dan sekumpulan angin menabur wangi-wangi kubur siap melebur dan menyubur

2. Tentukan nilai-nilai dalam puisi tersebut! 3. Berikan penilaian terhadap isi puisi tersebut!

Tolong bantu yah kak, yg ngasal mohon maaf langsung di repot massal.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Indra Intisa

Sebelum zaman Sutardji–yang melejitkan mantra melalui puisi kontemporernya–sebenarnya mantra telah membumi di masyarakat Indonesia. Membuminya mantra juga merasuk ke relung-relung budaya masyarakat. Bahkan sampai zaman modern sekarang ini. Masih ada.

Jika ditelisik lebih dalam, mantra adalah perkataan atau ucapan yang mengandung kekuatan gaib (misal dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dsb). Atau mantra juga bisa dikatakan sebagai susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya dibacakan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain *.

Permainan mantra yang biasanya lahir dan membudaya di masyarakat pada akhirnya juga membudaya pada seni tata tulis. Dalam dunia puisi, mantra pada awalnya digolongkan sebagai puisi lama, kemudian Sutardji memodernkannya menjadi puisi kontemporer (puisi modern).

Bukan hal gaib dalam artian pengaruh-pengaruh mahkluk halus, mantra dalam puisi hanya mengambil seni sugesti yang biasanya didengung-dengungkan dengan susunan diksi sedemikian rupa–dengan bunyi-bunyi tertentu, teratur atau tidak, sehingga ada pengaruh terhadap pembaca, baik sadar ataupun tidak sadar–bisa saja seperti sugesti pada dunia hipnotis yang mampu membawa pembaca ke alam tertentu.

Tidak banyak orang yang mampu memainkan mantra dalam puisi-puisinya. Sebagian terlihat dibuat-buat–mengada-ada. Sebagian yang lain dibuat berima-rima, tetapi tiada terasa unsur sugesti atau gaib yang harusnya terasa pada puisinya tersebut. Tetapi jika begitu, ada salah seorang penyair wanita yang aktif menulis puisi dengan cara memasukkan unsur-unsur mantra di beberapa puisinya, yaitu Titi Aoska.

Titi Aoska adalah salah satu penyair muda yang aktif menulis puisi di jejaring fecabook. Sepemantauan saya, Titi Aoska lebih banyak menulis puisi dengan genre-genre horor atau misteri. Barangkali ada banyak hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya sehingga puisi adalah pelarian diri sebagai bentuk pemerhatian diri atau pengembira diri dari hal-hal yang tidak bisa ia pecahkan atau selesaikan. Entahlah. Tetapi kita tidak membahas ini lebih lanjut.

Puisi misteri sering dikaitkan dengan hal-hal tabu, aneh, kelam atau gaib-gaib. Sekalipun tidak harus. Penyair ini aktif mengait-ngaitkan mantra dalam puisinya, seperti pada puisi berikut. Mari kita baca bersama:

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh tyaa4884 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sat, 04 Jun 22