Buatlah satu contoh pantun dan analisislah kebahasaan di tiap baris/lariknya!​

Berikut ini adalah pertanyaan dari romelah09 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Buatlah satu contoh pantun dan analisislah kebahasaan di tiap baris/lariknya!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Anak angsa mati lemas

Mati lemas di air masin

Hilang bahasa karena emas

Hilang budi karena miskin

Apa gunanya berkain batik

Kalau tidak dengan sujinya

Apa guna beristri cantik

Kalau tidak dengan budinya

Penjelasan:

Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap baitnya (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).

Struktur pantun terdiri dari bait, baris, kata, suku kata, rima, sampiran dan isi. Berikut ini penjelasannya:

Bait, Bait (dibaca "ba-it"), adalah banyaknya baris dalam sebuah pantun, misalnya (dua baris, empat baris, enam baris, delapan baris, dst).

Baris/larik adalah kumpulan beberapa kata yang memiliki arti dan bisa membentuk sampiran atau isi dalam sebuah pantun.

Kata adalah gabungan dari suku kata yang memiliki arti, meski begitu, ada kata-kata tertentu yang hanya terdiri dari satu suku kata.

Suku kata adalah penggalan-penggalan bunyi dari kata dalam satu ketukan atau satu embusan napas.

Rima adalah pola akhiran atau huruf vocal terakhir yang ada pada pantun.

Sampiran adalah bagian pantun yang terletak pada baris 1-2 yang merupakan awal dari sebuah pantun atau sampiran merupakan unsur suasana yang mengantarkan menuju isi atau maksud pantun tersebut.

Isi adalah bagian pantun yang terletak pada baris tiga-empat yang merupakan isi kandungan/pokok atau tujuan dari pantun tersebut.

Ciri-ciri pantun antara lain:

Terdiri dari empat baris setiap baitnya. Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik. Setiap baris terdiri dari minimal delapan kata dan maksimal 12 kata.

Memiliki pola. Ciri-ciri khas pantun yang mudah dikenali adalah pola. Ada dua pola yang biasanya terdapat dalam pantun, yakni pola a-b-a-b dan a-a-a-a.

Memiliki sampiran dan isi. Dalam pantun terdiri atas dua bagian, yaitu sampiran dan isi. Dua baris pertama disebut dengan sampiran. Sampiran biasanya tidak memiliki hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud, selain untuk mengantarkan rima sajak. Sementara isi berada pada baris ketiga dan keempat, yang berisi pesan atau makna utama dari sebuah pantun.

Tidak ada nama penulis. Pantun tidak terdapat nama penulis, berbeda dengan puisi atau karya sastra lainnya. Hal ini dikarenakan dahulu penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Berikut merupakan analisis struktur dan ciri kebahasaan pantun pertama:

Terdiri dari satu bait dan empat baris.

- baris pertama: Anak angsa mati lemas.

- baris kedua: Mati lemas di air masin.

- baris ketiga: Hilang bahasa karena emas.

- baris keempat: Hilang budi karena miskin

Baris pertama terdiri atas empat kata dan delapan suku kata, baris kedua terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata, baris ketiga terdiri atas empat kata dan 10 suku kata, baris keempat terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata.

Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

Pantun ini menggunakan pola a-b-a-b

Berikut merupakan analisis struktur dan ciri kebahasaan pantun kedua:

Terdiri dari satu bait dan empat baris.

- baris pertama: Apa gunanya berkain batik.

- baris kedua: Kalau tidak dengan sujinya.

- baris ketiga: Apa guna beristri cantik.

- baris keempat: Kalau tidak dengan budinya.

Baris pertama terdiri atas empat kata dan 10 suku kata, baris kedua terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata, baris ketiga terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata, baris keempat terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata.

Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

Pantun ini menggunakan pola a-b-a-b

Dengan demikian, struktur dan ciri kebahasaan pantun yang pertama adalah terdiri dari satu bait dan empat baris. Baris pertama terdiri atas empat kata dan delapan suku kata, baris kedua terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata, baris ketiga terdiri atas empat kata dan 10 suku kata, baris keempat terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata. Pantun ini menggunakan pola a-b-a-b.

Sedangkan pantun yang kedua terdiri dari satu bait dan empat baris. Baris pertama terdiri atas empat kata dan 10 suku kata, baris kedua terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata, baris ketiga terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata, baris keempat terdiri atas empat kata dan sembilan suku kata. Pola yang digunakan juga a-b-a-b.

maaf kalau salah

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh lginverter529 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 08 May 22