puisi tentang Indonesia dengan baris baris yang memiliki rima​

Berikut ini adalah pertanyaan dari ketutjuliantari67 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Puisi tentang Indonesia dengan baris baris yang memiliki rima​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Penjelasan:

Gurindam

Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait, di mana tiap bait terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki persamaan rima. Seluruhnya menjadi satu kesatuan yang utuh.

Gurindam memiliki traits atau jejak kesusastraan Hindu. Kata gurindam sendiri berasal dari bahasa India, yakni kirindam yang artinya perumpamaan.

Satu (1) bait memuat dua (2) baris

Setiap baris memiliki sekitar 10-14 kata

Setiap baris memiliki rima alias bersajak

Baris pertama berisi masalah atau perjanjian

Baris kedua berisi solusi atau akibat dari masalah atau perjanjian di baris pertama

Gurindam umumnya mengandung nasihat, kata-kata mutiara, atau filosofi kehidupan

Pantun

Dikutip dari Kumparan.com, bahwa pantun adalah bentuk puisi lama yang mengakar di dalam masyarakat. Pantun adalah arahan yang mendidik dan ucapan teratur yang penuh kesantunan. Selain mendidik, pantun juga dapat menghibur banyak orang.

Adapun ciri-ciri dari pantun antara lain:

Setiap bait terdiri atas empat (4) baris

Setiap baris terdiri atas 8 – 12 suku kata

Baris pertama dan kedua adalah sampiran Baris ketiga dan keempat adalah isi

Berima a-b-a-b

Syair

Syair merupakan salah satu bentuk dari puisi lama yang berasal dari Persia dan masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam.

Kata syair berasal dari Bahasa Arab, yakni syi’ir atau syu’ur yang berarti perasaan yang menyadari. Kata syu’ur lalu berkembang menjadi syi’ru yang berarti puisi di dalam pengetahuan umum.

Seiring berjalannya waktu, syair mengfalami modifikasi, sehingga menjadi khas Melayu dan tidak lagi mengacu pada sastra syair dari Arab.

Inilah ciri-ciri yang membedakan syair dari gurindam maupun pantun:

Setiap bait terdiri dari 4 baris

Setiap baris terdiri dari 8-14 suku kata

Syair berima a-a-a-a

Setiap baris adalah isi

Menggunakan bahasa kiasan

Contoh Puisi Rakyat Dengan Mode Gurindam

Contoh Pertama

Barang siapa tidak berilmu

Bagaikan kursi tidak bertumpu

Ketika engkau tengah belajar

Haruslah tekun dan juga sabar

Ilmu jangan hanya dihafalkan

Namun juga harus diamalkan

Contoh Kedua

Jika hendak mengenal orang mulia,

lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,

bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,

di dalam dunia mengambil bekal.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,

di situlah banyak orang yang tergelincir.

Apabila dengki sudah bertanah, datanglah darinya beberapa anak panah.

Contoh Puisi Rakyat Dalam Mode Pantun

Contoh Pertama

Pokok pinang ditanam rapat

Puyuh kini berlari-lari

Samalah kita menjunjung adat

Tunggak budaya semai di hati

Jika keladi sudah ditanam

Janganlah lagi meminta talas

Contoh Kedua

Air surut memungut bayam

Sayur diisi ke dalam kantung

Jangan diikuti tabiat ayam

Bertelur sebiji riuh sekampung

Contoh Puisi Rakyat Dalam Mode Syair

Contoh Pertama

Meskipun kamu sudah besar

Jangan bertutur kata dengan kasar

Jadilah pribadi yang sabar

Agar tetangga tak jadi gusar

Tak perlulah kau menabur cinta

Ini hanya akan membuat luka

Jika akhirnya kita tak bersama

Tak seperti janji yang sedia kala

Jangan risau dengan cobaan

Jangan bersedih karena kesulitan

Berdoa saja pada Tuhan

Insya Allah akan Ia kabulkan

Contoh Kedua adalah Karya Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar

Angkatlah pula sauh dan layar

Pada beras bekal jantanlah taksir

Niscaya sempurna jalan yang kabir

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh sarikristina802 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 12 Jul 22