Parsih amat gelisah. Ibadah magrib membuat Parsih merasa

Berikut ini adalah pertanyaan dari oyarohiesohxsohhh pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

     Parsih amat gelisah. Ibadah magrib membuat Parsih merasa agak tenang. Namun, ketenangan itu hanya singgah sebentar. Ketika sadar Darto dan Darti tertidur dan tidak akan naik jaran undar, Parsih terisak-isak. Kekesalannya terhadap suami makin bertambah. Parsih juga mulai menyesal mengapa dia telah membuat sayur bleketupuk dan menghidangkan kepada anak-anaknya. Parsih terisak lagi.      Hampir jam tujuh malam Dalbun pulang sambil membawa kutukan kepada mandor yang datang sangat terlambat. Wajahnya tegang karena merasa telah membiarkan istri dan kedua anaknya terlalu lama menunggu. Mereka pasti amat kecewa. Atau marah. Sebelum terlihat oleh istrinya. Dalbun sudah mengeluarkan uang gajinya dari saku. akan segera diberikan semua kepada Parsih.      Lampu-lampu sudah menyala, tetapi rumahnya sepi.Dalbun menemukan Parsih sedang berdiri beku di kamar anak-anaknya. Dalbun khawatir kedua anaknya sakit.      "Mereka kena apa? Tidak sakit, kan? tanya Dalbun dengan suara cemas. Parsih menjatuhkan pundak lalu menggeleng.      "Mereka mau kita ajak naik jaran undar, kan? Ini uangmu ambil semua."      Parsih hanya menoleh dan tangannya tidak bergerak. Dia malah melangkah maju agar lebih dekat kepada Darto dan Darti yang terpejam dengan wajah yang amat polos. Dalbun juga mendekat dan mencoba membangunkan kedua anaknya. Namun, Darto dan Darti tetap lelap.      "Tadi mereka makan nasi lahap sekali. Jadi, tidurnya amat lelap," kata Parsih sambil menahan perasaannya.      "Jadi bagaimana? Tidak jadi pergi naik jaran undar?       "Aku tidak sampai hati memaksa mereka bangun." jawab Parsih dan air matanya mulai berjatuhan. Dalbun menunduk dan melepaskan napas panjang. Dia pun merasa tidak tega membangunkan kedua anaknya yang begitu lelap tidur.1. Tentukan unsur-unsur intrinsik dalam kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" tersebut!

2. Tentukan keterkaitan isi kutipan cerpen "Sayur Bleketepuk" tersebut dengan kehidupan saat ini!

3. Tentukan nilai-nilai kehidupan dalam kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" tersebut!

4. Tentukan pengunaan pronomina kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" tersebut!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Unsur Intrinsik dalam kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" diantaranya adalah: tokoh (Parsih, Dalbun, Darto, dan Darti), setting (rumah), plot (Parsih menyiapkan makanan untuk anak-anaknya, Dalbun membawa uang gajinya, Dalbun dan Parsih menemukan anak-anaknya tertidur, Dalbun memberikan uang gajinya kepada Parsih), dan tema (kekeluargaan).

2. Keterkaitan isi kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" dengan kehidupan saat ini adalah mengenai pentingnya keluarga dan bagaimana anggota keluarga saling peduli. Cerita ini menggambarkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seseorang.

3. Nilai-nilai kehidupan dalam kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" diantaranya adalah keluarga, kepedulian, kasih sayang, pengorbanan, tanggung jawab, dan kesabaran.

4. Pronomina yang digunakan dalam kutipan cerpen "Sayur Bleketupuk" diantaranya adalah: Ia, Dia, Aku, Kita, dan Mereka.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh Flatrons dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Fri, 10 Mar 23