Saya tak habis heran ketika saat itu saya tiba-tiba saja

Berikut ini adalah pertanyaan dari agnessipakkar pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Saya tak habis heran ketika saat itu saya tiba-tiba saja berada di suatu tempat yang sangat asing. Ketika saya memutar sekeras-kerasnya daya ingat saya untuk mencoba mengingat- ingat kalau-kalau memang suatu ketika dahulu kala saya telah pernah menje-jak tempat itu, tapi sia-sia. Saya menjadi heran apakah otak saya sudah sedemikian tumpul sehingga tak dapat membayangkan barang secuil pun di tempat mana saya telah terdampar. Apakah sebab musababnya. Apakah gerangan yang telah terjadi atas diri saya. O, apakah otak saya benar-benar telah menjadi lumpuh dan tak berarti lagi?Saya sungguh-sungguh merasa sunyi dan terpencil. Tiba- tiba mata saya jadi berkunang-kunang, penglihatan saya menjadi kabur. Saya menggosok kelopak mata saya dengan punggung tangan, tetapi air yang menetes dari sana semakin menjadi. Mula-mula gerimis kecil-kecil, lalu muncul hujan deras yang tak kuasa saya bendung.

Penglihatan saya menjadi lebur. Yang terlihat hanya seperti sejuta warna yang tak menentu, dan akhirnya tinggal sebuah tirai yang kedap seperti malam yang kelam membentang di hadapan saya. O, air mata ini, air mata yang menyiksa. Ingin kukais dengan sekuat tenaga tetapi aku jadi tak berdaya. Air mata itu kian memancar dengan derasnya seperti sumber yang mengalir dari tumit bukit ke arah lembah.

Saat itu saya ingin meraung sejadi-jadinya minta pertolongan atau tertawa tergelak-gelak seperti orang keedanan. Tetapi saat itu juga daya keheranan saya jadi hilang di mana saya sudah tak mampu lagi berbuat apa-apa. Saya seperti terhilang dalam ling- karan yang tak pasti, tertimpuk deru sepi yang kian menjadi.

Air mata saya semakin terus mengalir, mengalir dengan derasnya. Mengalir seolah-olah timbul memancar dari dua pancuran raksasa yang bersumber ke sebuah tasik abadi. Seketika saja air mata itu telah memenuhi lembah itu, menciptakan sebuah telaga yang dalam. Sesaat tubuh saya mengapung dalam genangan air itu tetapi kemudian melayang- layang tenggelam menuju dasar.

Sementara melayang-layang terhanyut oleh arus yang saling berbentur, air mata saya terus mengalir menambah dalamnya air telaga baru itu. Saat itu saya sudah tak tahu ruang dan waktu dan otak saya memang tak bekerja lagi sehingga apakah air mata saya akan bisa berhenti mengalir atau terus saja memancar sampai kapan yang tak terhingga, saya tidak tahu.

CARI LAH MAJAS METAFORA DAN SIMILE PADA CERPEN TERSEBUT! ​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

o

Penjelasan:

karna air mata itu Sagat ahahah gua gak tau mau bilang apalagi tapi yang paling jelas air mata murni

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh bansatbawi dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 10 Aug 23