Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai.

Berikut ini adalah pertanyaan dari diazjepara19 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.


Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut dan membuka sampulnya.

Keledai menatap buku itu, kemudian sangat ajaib! Tak lama kemudian si Keledai mulai membuka-buka buku dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.

“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya”, kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban, “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik balik halaman buku”.

“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya”. Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan serius.

Berdasarkan teks tersebut, jawablah pertanyaan berikut.
1. Menceritakan tentang apa isi teks tersebut?
2. Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut?
3. Apakah terdapat unsur humor/lucu dalam cerita tersebut? Jika ada, buktikkan bentuk kalimatnya!
4. Kritikan/sindiran apa yang terdapat dalam teks anekdot tersebut? Jelaskan!
5. Analisislah struktur teks anekdot tersebut dengan menuliskan bagian-bagian strukturnya!


Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Cara Keledai Membaca Buku

2. Nasrudin dan Timur Lenk

3. Ada

Unsur humor pada cerita di atas terdapat pada bagian krisis yang terdapat pada paragraf ke-4. Pada bagian itu diceritakan bahwa keledai membalik-balik buku hingga selesai. Selanjutnya, keledai tersebut menatap Nasrudin seolah berkata bahwa ia telah membaca seluruh isi buku.

"Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya."

4. Seseorang yang membaca buku namun tidak mengerti apa isi bacaan dalam buku disamakan dengan keledai. Di mana keledai sering dikaitkan dengan sifat bodoh.

5. Unsur yang terdapat dalam bacaan diatas disebut dengan unsur intrinsik. unsur-unsur intrinsik terdiri dari :

- Tema : masalah sosial

- Tokoh : Nasrudin dan Timur Lenk

- Alur : campuran (maju dan mundur)

- Amanat : Jika membaca buku harus

memahami isi dari bacaan di dalamnya

- Watak:

Protagonis:

Nasrudin (cerdas, menerima pemberian,

dan melakukan perintah dengan baik)

Antagonis: Timur Lenk (suka

memerintah orang, licik)

- Latar: Waktu, Tempat, dan Suasana

- Waktu: 2 minggu sebelum pembacaan

buku dari keledai

- Tempat: istana dan rumah Nasrudin

- Suasana: menghibur

Unsur yang terdapat di luas bacaan diatas disebut dengan unsur ekstrinsik yang terdiri dari masalah sosial yang berhubungan dengan pendidikan

Maaf kalau salah

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh shicaashaa12 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 20 Dec 22