Pak Rahmat dan Lukisan Sungainya Sejak kecil Pak Rahmat tinggal

Berikut ini adalah pertanyaan dari hsbakti pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Pak Rahmat dan Lukisan SungainyaSejak kecil Pak Rahmat tinggal di Desa Air Bening. Seperti namanya, desa tersebut dikelilingi oleh sungai yang bening. Masyarakat di desa tersebut tidak pernah kekurangan air bersih. Saat Pak Rahmat masih kecil, ia sering menghabiskan waktu di sungai. Baik hanya duduk-duduk atau bermain dengan temannya. Rahmat kecil gemar melukis. la sering duduk sendiri di tepi sungai dan melukis pemandangan alam di sana. Semenjak pabrik-pabrik mulai didirikan di dekat desa, tak ada lagi sungai bersih. Aliran sungai tampak kotor dan bau. Limbah pewarna tekstil dari pabrik sering mengaliri sungai. Kadang berwarna hitam, kadang biru, atau kadang merah. Air itu sudah tidak layak konsumsi. Pak Rahmat yang sudah renta tidak sanggup menahan penderitaan itu. Dengan kemampuan dan tenaganya yang tak lagi banyak, ia melukis pemandangan sungai saat ini. Ia menjajarkan lukisan sungai pada saat ia masih kecil dan pemandangan sungai saat ini. Lalu, ia meletakkan kedua lukisan itu di depan rumahnya. Ia juga menambahkan tulisan "Desa Air Bening?" di bawah kedua lukisan itu. Para warga mulai tergugah karena melihat lukisan tersebut. Termasuk kepala desa yang sebelumnya hanya diam saja menerima nasib buruk itu. Mereka merencanakan sebuah gerakan untuk membersihkan sungai mereka. Ada yang mengeruk sampah dari sungai. Ada juga yang tampak menanam tanaman di tepi sungai. Kepala desa juga mengambil tindakan untuk melaporkan hal tersebut ke pemerintah daerah.

1. Tuliskan peristiwa peristiwa yang terjadi pada cerita tersebut!

2. Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita tersebut!

3. Tuliskan kembali isi cerita tersebut menggunakan bahasamu sendiri!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Peristiwa yang terjadi dalam cerita tersebut adalah:

- Pak Rahmat tinggal di Desa Air Bening yang dikelilingi oleh sungai yang bening.

- Rahmat kecil gemar melukis dan sering melukis pemandangan alam di tepi sungai.

- Pabrik-pabrik didirikan di dekat desa, menyebabkan sungai menjadi kotor dan bau karena aliran limbah pewarna tekstil.

- Air sungai menjadi tidak layak konsumsi.

- Pak Rahmat melukis pemandangan sungai saat ini dan meletakkannya bersama dengan lukisan pemandangan saat ia masih kecil di depan rumahnya.

- Warga desa, termasuk kepala desa, tergugah setelah melihat lukisan tersebut.

- Mereka merencanakan gerakan untuk membersihkan sungai, seperti mengeruk sampah dan menanam tanaman di tepi sungai.

- Kepala desa melaporkan masalah ini ke pemerintah daerah.

2. Urutan peristiwa dalam cerita tersebut:

a. Pak Rahmat tinggal di Desa Air Bening yang memiliki sungai yang bening.

b. Rahmat kecil gemar melukis dan sering melukis pemandangan sungai.

c. Pabrik-pabrik didirikan di dekat desa, menghasilkan limbah pewarna tekstil yang mengotori sungai.

d. Sungai menjadi kotor dan bau, airnya tidak layak konsumsi.

e. Pak Rahmat melukis pemandangan sungai saat ini dan meletakkannya bersama dengan lukisan masa kecilnya.

f. Lukisan-lukisan tersebut menarik perhatian warga, termasuk kepala desa.

g. Warga desa merencanakan gerakan untuk membersihkan sungai dan kepala desa melaporkan masalah ini ke pemerintah daerah.

3. Cerita dalam bahasaku:

Pak Rahmat telah lama tinggal di Desa Air Bening yang indah dengan sungai yang jernih mengelilinginya. Sejak kecil, Pak Rahmat memiliki hobi melukis dan sering menghabiskan waktu di tepi sungai yang menenangkan itu. Di sana, ia melukis pemandangan alam yang indah. Namun, semuanya berubah ketika pabrik-pabrik didirikan di dekat desa. Sungai yang dulunya bening dan bersih, kini tercemar oleh limbah pewarna tekstil dari pabrik-pabrik itu. Air sungai yang dulu segar dan bisa diminum menjadi tercemar dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Meskipun sudah menjadi seorang tua yang lemah, Pak Rahmat tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan sungai yang ia cintai. Ia dengan tekun melukis pemandangan sungai saat ini, yang penuh dengan limbah dan kotoran. Kemudian, ia meletakkan lukisan tersebut di samping lukisan pemandangan sungai dari masa kecilnya. Di bawah kedua lukisan itu, ia menuliskan kata-kata "Desa Air Bening?"

Sekian Patah Jari.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh AssadaKoshi dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 13 Aug 23