Berikut ini adalah pertanyaan dari Bangvillan pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas
Jawaban dan Penjelasan
Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.
Jawaban:
. AMIR HAMZAH
DO’A
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku ?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
Setelah menghalaukan panas terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung
rasa menayang pikir, membawa angan kebawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap-malam
menyirak kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan
cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku
rayu !
(Nyanyi Sunyi, 1941)
1. Bagian Isi
a. Tema
Pada puisi karya Amir Hamzah diatas dapat disimpulkan bahwa puisi yang berjudul do’a itu bertemakan tentang kerinduan terhadap kekasih. Pada puisi diatas si penyair mencoba menggambarkan sikap dirinya terhadap si kekasih yang jauh darinya
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap-malam
menyirak kelopak.
Pada bait diatas dapat dirasa bahwa si penyair dan kekasihnya sedang dipisahkan oleh sesuatu, ditegaskan oleh kata “menunggu”.
Kerinduan si penyair pada puisi diatas jelas sekali terasa pada bait terakhir yang berbunyi.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan
cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku
rayu !
Disana penyair menjelaskan pengharapannya bahwa ia ingin mendengar kembali suara sang kekasih, perhatian, serta kasih sayangnya.
Namun semuanya itu dia rasa jauh, semua keinginannya hanya sebatas di pikirannya saja, matanya bersinar namun nyatanya sendu (dan yang membuat penyusun sedikit rancu, pada baris terakhir diatas ditemukan kalimat, biar berbinar gelakku rayu ! yang apabila penyusun artikan kata gelak disana berarti gelak tawa yang menggambarkan kebahagiaan, jadi disana terdapat unsur kesenduan dan kebahagiaan)
b. Nada
Pada puisi diatas sikap penyair terhadap pembaca adalah sekedar memberi tahu saja bahwa si penyair tengah dalam keadaan merindukan sang kekasih. Karena disana tidaklah ditemukan unsur memberi saran, menasihati, atau bahkan menggurui. Dan yang jelas sekali terasa bahwa si penyair dalam puisi diatas hanya memberi tahu saja kepada pembaca mengenai perasaannya.
c. Rasa
Pada puisi diatas sikap penyair terhadap objek yang ia bicarakan dalam puisinya itu adalah cinta atau lebih tepat kasmaran. Disana dapat ditemukan pengharapan-pengharapan yang melankolis si penyair terhadap kekasihnya. Seperti pada baris Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap-malam, menyirak kelopak. Kemudian pada baris Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan, cahayamu.
d. Amanat
Pada puisi diatas bila di telisik lebih dalam mempunyai pesan/hikmah yang bisa di ambil pembaca yaitu, cinta dapat membuat orang mempunyai pengharapan layaknya sebuah do’a.
Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh putrifrankenstein dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.
Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact
Last Update: Mon, 30 May 22