Buatlah percakapan 6 orang tentang orang pemalas​

Berikut ini adalah pertanyaan dari gedepradnyana98 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Buatlah percakapan 6 orang tentang orang pemalas​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

=====☆Jawaban☆=====

Malas Masuk Sekolah

Senin kemarin Nita tidak masuk sekolah. Belakangan ini Nita sering sekali tidak masuk sekolah padahal UN tidak lama lagi akan dilaksanakan. Lisa menghampiri tempat duduk Nita dan menanyakannya.

Lisa : (menghampiri Nita) “Nit, kenapa kemarin bolos?”

Nita : (sambil mengerjakan tugas) “Kemarin aku malas banget. Nggak tahu deh, akhir-akhir ini aku makin malas sekolah.”

Tina : (tersentak) “Malas sekolah?! Kamu kan tahu bentar lagi mau UN, apa kamu mau nggak lulus?”

Lisa : (sambil mengernyitkan dahi) “Iya, apa kamu nggak takut tidak lulus UN karena malas masuk sekolah? Apa kamu nggak malu, Nit?”

Nita : “Ya malu dong…!”

Lisa : “Terus kenapa suka bolos? Harusnya kamu lebih semangat dan fokus, bukannya malah malas-malasan.”

Tina : “Benar apa yang dikatakan Lisa. Mulai sekarang kamu harus fokus dan jangan bolos lagi.”

Nita : “Kalian tahu knapa aku malas banget masuk kelas?” (dengan murung)

Lisa : “Memangnya kenapa? Ada apa, Nit?”

Tina : “Iya, ada apa Nit?”

Nita : “Kalian kan tahu, waktu jam pelajaran fisika aku nggak pernah merhatiin. Nah, sekarang kalau aku serius pun sudah terlambat, soalnya aku sudah ketinggalan jauh.”

Selama ini Nita memang tidak menyukai pelajaran fisika sehingga ia tidak pernah memperhatikan saat jam pelajaran.

Lisa : “Nah, coba kamu renungkan sekarang. Bukannya penyesalan itu datangnya belakangan? Nanti kalau kamu nggak lulus, kamu akan lebih menyesal dari sekarang.”

Nita : “Tapi aku nggak bisa. Kan sudah ku bilang, aku sudah ketinggalan jauh materi pelajaran yang satu ini. Terus bagaimana aku mengerjakannya?”

Tina kemudian memberikan solusi kepada Nita terkait permasalahan yang dihadapi oleh temannya itu.

Tina : “Oke, sekarang begini saja… gimana kalau kamu ikut les. Dengan begitu kamu bisa mempelajari materi fisika mulai dari awal.”

Lisa : “Ide bagus itu! Iya, kamu ikut les saja, Nit. Kamu bisa belajar mulai dari awal, dan asal kali ini serius, kamu pasti bisa.”

Nita : (terdiam dan merenung)

Tina : “Gimana, kamu setuju kan?”

Nita : “Oke deh, aku setuju. Tapi, aku ikut les di mana?”

Tina : “Gampang, kamu tenang saja. Nanti aku akan tanya ke teman-teman yang lain di mana tempat les fisika yang paling bagus.”

Usai mencari informasi dari teman-temannya, Tina akhirnya merekomendasikan Nita untuk ikut les di Bu Martini. Bu Martini adalah seorang guru fisika yang sudah memiliki background mengajar cukup lama, baik di sekolahan maupun les privat.

Sore hari itu Tina menemui Nita di rumahnya.

Tina : “Nit, aku udah nemu tempat les yang pas buat kamu.”

Nita : “Oya? Di mana Tin? Kapan aku bisa mulai masuk? Oh iya, berapa biayanya?” (dengan bersemangat)

Tina : “Kamu ikut les di rumah Bu Martini setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu. Mengenai biayanya, nanti langsung tanyakan saja waktu kamu masuk les. Tapi tenang saja, dengar-dengar, biaranya nggak mahal kok.”

Nita : “Oke, siap. Thanks banget ya udah peduli sama aku.”

Tina : “Yup, yang penting sekarang, kamu harus giat dan fokus, oke?”

Nita : “Oke, janji!”

=====☆Jawaban☆=====Malas Masuk SekolahSenin kemarin Nita tidak masuk sekolah. Belakangan ini Nita sering sekali tidak masuk sekolah padahal UN tidak lama lagi akan dilaksanakan. Lisa menghampiri tempat duduk Nita dan menanyakannya.Lisa : (menghampiri Nita) “Nit, kenapa kemarin bolos?”Nita : (sambil mengerjakan tugas) “Kemarin aku malas banget. Nggak tahu deh, akhir-akhir ini aku makin malas sekolah.”Tina : (tersentak) “Malas sekolah?! Kamu kan tahu bentar lagi mau UN, apa kamu mau nggak lulus?”Lisa : (sambil mengernyitkan dahi) “Iya, apa kamu nggak takut tidak lulus UN karena malas masuk sekolah? Apa kamu nggak malu, Nit?”Nita : “Ya malu dong…!”Lisa : “Terus kenapa suka bolos? Harusnya kamu lebih semangat dan fokus, bukannya malah malas-malasan.”Tina : “Benar apa yang dikatakan Lisa. Mulai sekarang kamu harus fokus dan jangan bolos lagi.”Nita : “Kalian tahu knapa aku malas banget masuk kelas?” (dengan murung)Lisa : “Memangnya kenapa? Ada apa, Nit?”Tina : “Iya, ada apa Nit?”Nita : “Kalian kan tahu, waktu jam pelajaran fisika aku nggak pernah merhatiin. Nah, sekarang kalau aku serius pun sudah terlambat, soalnya aku sudah ketinggalan jauh.”Selama ini Nita memang tidak menyukai pelajaran fisika sehingga ia tidak pernah memperhatikan saat jam pelajaran.Lisa : “Nah, coba kamu renungkan sekarang. Bukannya penyesalan itu datangnya belakangan? Nanti kalau kamu nggak lulus, kamu akan lebih menyesal dari sekarang.”Nita : “Tapi aku nggak bisa. Kan sudah ku bilang, aku sudah ketinggalan jauh materi pelajaran yang satu ini. Terus bagaimana aku mengerjakannya?” Tina kemudian memberikan solusi kepada Nita terkait permasalahan yang dihadapi oleh temannya itu.Tina : “Oke, sekarang begini saja… gimana kalau kamu ikut les. Dengan begitu kamu bisa mempelajari materi fisika mulai dari awal.”Lisa : “Ide bagus itu! Iya, kamu ikut les saja, Nit. Kamu bisa belajar mulai dari awal, dan asal kali ini serius, kamu pasti bisa.”Nita : (terdiam dan merenung)Tina : “Gimana, kamu setuju kan?”Nita : “Oke deh, aku setuju. Tapi, aku ikut les di mana?”Tina : “Gampang, kamu tenang saja. Nanti aku akan tanya ke teman-teman yang lain di mana tempat les fisika yang paling bagus.” Usai mencari informasi dari teman-temannya, Tina akhirnya merekomendasikan Nita untuk ikut les di Bu Martini. Bu Martini adalah seorang guru fisika yang sudah memiliki background mengajar cukup lama, baik di sekolahan maupun les privat.Sore hari itu Tina menemui Nita di rumahnya.Tina : “Nit, aku udah nemu tempat les yang pas buat kamu.”Nita : “Oya? Di mana Tin? Kapan aku bisa mulai masuk? Oh iya, berapa biayanya?” (dengan bersemangat)Tina : “Kamu ikut les di rumah Bu Martini setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu. Mengenai biayanya, nanti langsung tanyakan saja waktu kamu masuk les. Tapi tenang saja, dengar-dengar, biaranya nggak mahal kok.”Nita : “Oke, siap. Thanks banget ya udah peduli sama aku.”Tina : “Yup, yang penting sekarang, kamu harus giat dan fokus, oke?”Nita : “Oke, janji!”

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh BannaS dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 04 Jul 21