TERLAMBAT MENGERJAKAN PRSekolah, itulah nama sebuah tempat yang membuat orang

Berikut ini adalah pertanyaan dari zahiran979 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

TERLAMBAT MENGERJAKAN PRSekolah, itulah nama sebuah tempat yang membuat orang orang berilmu tempat orang menimba ilmu, begitu pula aku, aku sekarang sudah menyelesaikan taman kanak kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah sehingga aku sekarang sedang mencari sekolah menengah atas aku mengikuti tes di daerah ku tetapi satu pun aku tidak diterima sehingga aku harus ke luar kota, ternyata usahaku tidak sia sia aku di terima di sekolah yang cukup terkenal di daerah itu. Sekolah itu bernama SMKN 4 Bandung.


Hari pertama aku belajar disana ternyata nyaman juga ,gurunya ramah ramah sekali pantas saja sekolah ini cukup terkenal karena memiliki fasilitas yang lengkap dan memindai, sekolah ini bagaikan rumahku yang kedua karena selain menimba ilmu disini aku juga selalu diberikan nasehat dan kasih sayang dari semua guru yang mengajar disana, akupun menjadi semangat belajar di sekolah yang aku cinta ini, sebenarnya sekolah ku baru memutuskan untuk belajar tatap muka seminggu sekali, tapi kali ini akan diadakan sekolah full, ya seminggu itu akan sekolah.

"Nazwa, apakah kamu sudah berangkat dari rumah mu?" tanya Anel temanku.

"Ya, aku sudah berangkat, aku sangat bahagia karena sekarang sekolah mulai berjalan normal lagi" jawabku.

"Sama sepertiku, aku juga sangat menantikan momen ini” kata Anel dalam telfon.

Kami pun bertemu di gerbang sekolah, lalu bergegas untuk masuk ke kelas.

"Ayo Naz masuk, walaupun belum ngerjain pr” kata Anel sambil sedikit tertawa.

"hahaha... iya kita belum mengerjakan pr gimana dong?” sautku agak panik.

"Hm, mau gimana lagi orang ga ngerti"kata Anel

"Kayaknya kita akan di hukum"kataku

Tak lama kita sampai di kelas, lalu guru matematik masuk di jam pertama.

“pekerjaan rumah yang saya beri kemarin tolong kumpulkan di atas meja saya.”

Anel dan aku terkejut sambil saling bertatapan, teman-teman ku selain Anel sudah mengumpulkan buku mereka ke depan, lalu guru matematika itu tertuju kepada kami berdua.

“Kalian berdua, kenapa tidak mengumpulkan buku nya?” kata pak guru.

Kami berdua tiba-tiba membeku. Seakan sudah tahu apa yang terjadi pada kami, bapak guru itu menyuruh kami untuk berdiri di depan papan tulis

“Sini kalian berdua, berdiri di depan” kata pak guru tegas.

Kami berdua benar-benar kaget dan langsung beranjak menuju ke depan papan tulis.

“Kenapa kalian tidak mengerjakan tugas nya?” tanya pak guru.

“Maaf pak saya kurang paham” sautku. Anel mengangguk

“Hm, kenapa kalian tidak bertanya?” tanya pak guru lagi.

“Maaf pak” saut Anel.

“Kalian saya hukum, berdiri di depan tihang bendera sampai bel istirahat” ucap pak guru tegas.

Kami beranjak menuju lapangan dengan penuh penyesalan. Singkat cerita bel istirahat sudah berbunya tapi kami tidak berani meninggalkan lapangan sebelum pak guru yang menyuruh. Tak lama pak guru keluar dari kelas

“Kalian berdua ke ruangan saya, saya mau bicara” ucap bapak

Sesampainya di ruangan, kami dinasihati untuk tidak mengulangi perbuatan yang serupa. Kami sangat merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Setelah kejadian yang memalukan itu terjadi kami pun jadi berani bertanya jika ada materi pelajaran yang kurang di pahami.



jelaskan kaidah kebahasaan dalam teks cerpen di atas



tolong...

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Bismillaahirrahmanirrahiim

Adalah kewajiban bagi tiap muslim untuk menuntut ilmu.

Penjelasan:

Jika dikaitkan dengan kondisi mahasiswa yang menuntut ilmu dengan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, yang harus menjadi perhatian penting yaitu bagaimana adab menuntut ilmu.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh thequinstore dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 08 Feb 22