Ayo Berlatinorou berdiskusi dengan temanPerhatikan cara-core menggunakan3. Delom dortor kota

Berikut ini adalah pertanyaan dari avisaputrisetioutami pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Ayo Berlatinorou berdiskusi dengan teman
Perhatikan cara-core menggunakan
3. Delom dortor kota yang berturut al carrito de
dimulai dengan pe"
* Carileh daftar kota yang dimulai dengan penat tebok
temukan di antar kata kata itu selamat mencer
Kosakata pedo Bacoon
Arti Kata
Arti Kata
kosokata Tidak
Bokuberdasarkan bacaan di atas temukan kosakata baku dan tidak baku kemudian carilah arti katanya di kamus Kamus Besar Bahasa Indonesia bertanya kepada guru atau diskusikan dengan teman lainnya Perhatikan cara menggunakan kamus berikut 1 Pilihlah sebuah kata terdaftar kosakata baru misalnya pembangun 2 Bukalah kamus Carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal P ingat setiap partai pada kamu selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad 3 arti kata kosakata tidak baku arti kata​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Penjelasan:

Pendahuluan

Dalam Bahasa Indonesia, kita megnenal istilah cerpen. Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu karya sastra yang cukup unik. Hal ini setidaknya didasari oleh beberapa alasan. Pertama, cerpen ditulis dengan melibatkan kurang dari 10.000 kata. Selain itu, kita juga hanya akan menemukan penggunaan alur tunggal pada cerpen, bukannya alur campuran. Adapun ciri lainnya adalah penggunaan satu subyek atau peristiwa sebagai fokus utama dalam cerita. Keunikan-keunikan inilah yang serta merta menjadikan cerpen cukup menarik untuk dibaca, untuk berbagai kalangan.

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk mencari struktur dari cerpen yang berjudul "Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan". Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Orientasi

Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang. Juga mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan.

Suatu hari ia tersesat di hutan. Hari sudah gelap. Akhirnya Mogu memutuskan untuk bermalam di hutan. Ia bersandar di pohon dan jatuh tertidur.

Komplikasi

Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda ini tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja. “Tuan, Mogu. Hari ini hamba ingin mengajukan pertanyaan. Anda harus dapat menjawabnya sekarang juga di hadapam Baginda,” kata pejabat Monda.

“Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan,” jawab Mogu.

“Berapakah ukuran tinggi tubuhku?” tanyanya.

“Kalau hamba tak salah, tinggi badan anda sama panjang dengan ujung jari anda yang kiri sampai ujung jari anda yang kanan bila dirintangkan,” jawab Mogu tersenyum. Pejabat Monda dan raja tidak percaya. Mereka menyuruh seseorang mengukurnya. Ternyata jawaban Mogu benar. Raja kagum dibuatnya.

Pejabat Monda sangat kesal, namun ia belum menyerah. “Tuan Mogu. Buatlah api tanpa menggunakan pemantik api.”

Dengan tenang Mogu mengeluarkan kaca cembung, lalu mengumpulkan setumpuk daun kering. Ia membuat api, menggunakan kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama kemudian daun kering itupun terbakar api. Raja semakin kagum. Sementara Tuan Monda semakin kesal.

“Luar biasa! Baiklah! Aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas, kau pasti tahu dimana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana,” ujar Raja.

...

Resolusi

Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi namun mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.

Rangkaian Peristiwa

- Mogu mencari kayu bakar di hutan, tapi ia tersesat.

- Mogu tertidur di bawah sebuah pohon bernama Tule

- Mogu berkenalan dengan Tule

- Tule memilih Mogu untuk membagikan ilmu pengetahuannya karena dianggap berjiwa bersih dan haus akan pengetahuan

- Mogu belajar pada pohon pengetahuan, Tule

- Setelah dewasa, Mogu mengembara sambil membagikan pengetahuannya pada masyarakat.

- Mogu tiba di ibukota negara dan pengetahuannya memikat raja.

- Pejabat Monda iri dengan Mogu karena lebih diperhatikan raja.

- Pejabat Monda mengajukan beberapa pertanyaan untuk menjebak Mogu

- Mogu berhasil menjawab pertanyaan pejabat Monda

- Raja bertanya tentang pohon pengetahuan pada Mogu

- Mogu setuju mengajak raja bertemu pohon pengetahuan secara diam-diam

- Pejabat Monda mengikuti mereka dari belakang

- Raja berkenalan dengan pohon pengetahuan dan meminta diajari untuk menajdi rajang yang paling bijaksana

- Tule menolak permintaan raja karena sudah menganggap ia cukup bijaksana dan meminta raja mendengar suara hati rakyat, memahami perasaan, bekerja yang terbaik untuk mereka dan tidak mudah berprasangka.

- Pejabat Monda memaksa pohon pengetahuan untuk mengajarinya, namun ditolak

- Pejabat Monda memerintahkan anak buahnya membakar pohon pengetahuan.

- Raja dan Mogu berupaya menghalang tapi gagal

- Petir menyambar dan menewaskan pejabat Monda serta anak buahnya

- Sebelum terbakar habis, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku yang membuatnya makin bijaksana

- Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.

Maaf klau salah;)

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh cakmeron1 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 17 May 21