Poin +50 Buatlah cerita dengan tema kegiatan di rumah dengan panjang

Berikut ini adalah pertanyaan dari unknown pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Poin +50Buatlah cerita dengan tema kegiatan di rumah dengan panjang cerita minimal lima kalimat dan tokoh lebih dari 2


poin sekarat

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Hari demi hari berlalu dengan batasan yang tak ada satu orang pun yang bisa menjawab kapan ini akan berakhir. Semua orang hidup dalam tanda tanya besar. Sudah berapa lama kita dirumah saja? Sangat lama dan masih berlanjut entah sampai kapan. Bosan sudah nyata adanya, tapi kini sudah menjelma menjadi teman karib. Sepi bagaikan kawan lama yang menyapa. Tanpa sadar, kita sudah berjalan cukup jauh dalam batasan ini, sampai bermunculan kebiasaan baru yang awalnya terasa asing namun hari ini sudah menjadi suatu kebiasaan.

Pagi ini, aku mendengar keluhan frustrasi seorang ayah dengan ayah lainnya di sudut jalan komplek rumahku. Topik utamanya; kekhawatiran tentang kehidupan finansial keluarga. Diberhentikan dari pekerjaannya menjadi tantangan besar untuk bisa menghidupi keluarga. Bukan perkara mudah untuk bertahan hidup di tengah kota ini.

“Sudah ndak kerja, kebutuhan makin banyak, pusing aku! Mau makan apa keluargaku nanti, “kata salah satunya dengan nada frustrasi.

Masalahnya bukan hanya itu, ada banyak masalah lainnya yang terjadi karena pandemi ini. Ada banyak rencana yang terpaksa diurungkan. Kekecewaan bergema dimana-mana, semuanya mengutuk keberadaan virus yang dinamai serupa dengan bagian paling luar dari atmosfer matahari itu. Suatu hari sepupuku bercerita tentang pengalamannya menjadi seorang pemain kriket. Tahun ini adalah tahunnya mewakili Provinsi Bali dalam pertandingan nasional di Bogor. Aku yakin, kau pun bisa menebak apa akhir dari cerita itu. Iya, semuanya dibatalkan. Ajang besar seperti kejuaraan tenis dunia yang seharusnya digelar di Korea Selatan saja harus rela dibatalkan apalagi ajang nasional. Latihannya berbulan-bulan pupus tanpa sedikitpun harapan

“Jangan dibatalin kek, kan kecewa tau! Kita sudah latihan dan sudah siap. Setidaknya bisa dimundurin jadwalnya, kita bakal terima kok. Tapi surat itu tiba-tiba bilang dibatalkan. Siapa yang ngga sedih coba,” ucap emosi bercampur sendu sepupuku yang malang sambil menyodorkan handphonenya yang berisi surat digital dari pusat pemerintahan provinsi. Tulisan ‘dibatalkan’ sengaja dicetak tebal, seakan-akan sengaja ingin menelanjangi kekecewaan yang dirasakan pembacanya.

Kekecewaan yang sama dirasakan oleh semua lulusan tahun 2020. Genap tiga tahun bersekolah namun tak ada perpisahan dan tiba-tiba saja harus melangkah menuju jalan masing-masing tanpa berpamitan, tanpa berjabat tangan merayakan kelulusan, tanpa membuat kenangan terakhir, tanpa berucap ‘semoga sukses’ secara langsung, tanpa bilang ‘terimakasih’ pada guru-guru yang membimbing. Kondisi ini benar-benar mengecewakan.

Disamping itu virtual, telekonferens, dan video call tiba-tiba menjadi pahlawan. Semua kegiatan, pekerjaan, bersekolah, semuanya serba online. Awalnya terasa aneh, tapi lagi-lagi kita akan terbiasa. Benar, walaupun kondisi ini menghimpit kita dalam beraktifitas, bukan berarti kita hanya bisa diam dirumah dan meratapi detik demi detik yang berlalu tanpa arti jika kita benar-benar hanya diam.

Hal itu terlihat jelas pada pemandangan baru yang terjadi di sekitar lingkunganku. Entah dari mana asalnya, sepasang suami istri berkeliling komplek setiap pagi untuk menawarkan ikan. Si suami mengendarai motor dengan mesin yang bersuara “treketek-ketek” dan si istri berteriak dengan lantang, “Ikaaaaaaan….Ikaaaaaaaa…” Bahkan suaranya mengalahkan deru motornya sendiri. Dalam hati berharap suaranya mampu menembus tembok demi tembok penghuni komplek agar membeli ikan jajalannya. Dibalik suaranya yang lantang itu, ada kegigihan yang menyeruak untuk bisa menghidupi keluarga.

Penjelasan:

oleh;Ni Putu Gita Indah Cahyani

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh komarmuksin303 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 08 Jun 21