Di suatu desa di-Jawa Tengah hiduplah seorang janda tua yang

Berikut ini adalah pertanyaan dari deapurba2011 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Di suatu desa di-Jawa Tengah hiduplah seorang janda tua yang bernama mbokSarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak
memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa
membantunya bekerja.

Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah
jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau
kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah
aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha.... kamu boleh lewat setelah kamu
memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok
Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.

Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya
anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai
wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman
rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi
ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.

Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu
mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya, dan setelah
dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu
kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira
sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan
cepat karena bantuan timun emas.

Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni
sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni
berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak
ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan
rumah mbok Sarni.

Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni
mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati
mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni
bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di
Gunung.

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu.
Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud
kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang
isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu
bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian
timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.

Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak
itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian
mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku
sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau
menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu?
Mana timun emas?”, teriak si raksasa.





Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar
dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau
bisa!!!”, teriak timun emas.

Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi
mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya.
Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit
tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar
timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum,
dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan
kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus
mengejar.

Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu
hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si
raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah
lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya
raksasapun mati.

Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari
raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.

amanat yang terkandung cerita tersebut adalah?​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

selalu berbakti pada ibumu, karna ridho ibumu juga akan berpengaruh dalam usahamu kelak

simple saja

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh cindrylombu dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 02 Jun 21