Na2CO3 + 2HCl —> 2NaCI + H2O + CO2Berdasarkan reaksi

Berikut ini adalah pertanyaan dari nudelind pada mata pelajaran Kimia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Na2CO3 + 2HCl —> 2NaCI + H2O + CO2Berdasarkan reaksi diatas tentukan Reduktor, Oksidator, Hasil reduksi dan Hasil Oksidasinya​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Tidak dapat ditentukan karena bukan reaksi Redoks

Penjelasan:

Koefisien didepan senyawa tidaklah mempengaruhi perhitungan Biloks. kecuali untuk penyetaraan reaksi redoks

Berikut ini adalah identifikasi bilangan oksidasi atom atom pada reaksi redoks:

2CO + 2NO ⇒ 2CO2 + N2

+2 -2   +2 -2      +4 -2     0

Maka CO mengalami oksidasi menjadi CO2 (biloks C naik). Sedangkan NO mengalami reduksi menjadi N2 (biloks N turun).

Pembahasan

Reaksi redoks merupakan reaksi yang saling berkesinambungan. Dimana terjadi oksidasi maka akan terjadi oksidasi pula. Reaksi oksidasi merupakan reaski penangkapanoksigen, pelepasan elektron, molekul atau ion. reaksi ini juga ditandai dengan peningkatan bilangan oksisadi. Sedangkan reaksi reduksi merupakan reaksi pelepasan oksigen, penangkapan elektron, molekul atau ion. dengan kata lain, dalam reaksi reduksi terjadi pengurangan bilangan oksidasi.

Secara umum perkembangan teori reaksi oksiasi dibagi menjadi 3 macam yaitu:

Reaksi redoks berdasarkan keterlibatan oksigen

Reaksi oksidasi merupakan reaksi yang melibatkan pengikatan oksigen. Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi yang melepaskan oksigen, misalnya:

Reaksi oksidasi : 4Fe + 3O2 ⇒ 2Fe2O3

Reaksi reduksi : 2CaO ⇒ 2Ca + O2

Reaksi redoks berdasarkan keterlibatan elektron

reaksi oksidasi merupakan reaksi pelepasan elektron membentuk ion. sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi yang melibatkan penangkapan elektron bebas. misanya:

Reaksi oksidasi : Cu ⇒ Cu²⁺ + 2e

Reaksi Reduksi : Ag⁺ + e ⇒ Ag

Reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi

Reaksi dikatakan sebagai reaksi reduksi jika terjadi pengurangan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi dimana salah satu atom dalam senyawa mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Penentuan bilangan oksidasi didasarkan pada aturan-aturan berikut ini:

Bilangan oksidasi senyawa dan zat tunggal adalah nol

Bilangan oksidasi ion adalah sesuai jumlah muatan

Bilangan oksidasi atom golongan IA adalah +1 dan golongan IIA adalah +2

Bilangan oksidasi atom golongan VIA pada senyawa biner adalah -2, sedangkan pada atom golongan VIIA adalah -1.

Bilangan oksidasi atom H pada senyawa adalah +1, sedangkan pada senyawa hidrida seperti NaH adalah -1

Bilangan oksidasi O pada senyawa biner adalah -2 kecuali pada senyawa dengan F (O=+2), pada senyawa peroksida (O=-1) dan senyawa superoksida (O=-1/2)

Misalnya:

2MgO + 4Cl2 ⇒ 2MgCl2 + O2

+2 -2       0          +2  -1        0

Maka MgO mengalami oksidasi menjadi O2, ditandai dengan kenaikan biloks atom O. Sedangkan Cl2 mengalami reaksi reduksi menjadi MgCl2, ditandai dengan penurunan biloks atom Cl. zat yang bersifat reduktor akan mengalami reaksi oksidasi. Sedangkan zat yang berperan sebagai oksidator akan mengalami reduksi. oleh karena itu MgO bertindak sebagai reduktor dan Cl2 bertindak sebagai oksidator.

Logam-logam golongan alkali dan alkali tanah merupakan contoh kelompok yang berperan sebagai reduktor. logam-logam golongan ini merupakan pembentuk basa kuat. Pada reaksi antara logam Natrium dalam air terjadi reaksi redoks sebagai berikut :

Oksidasi :  Na ⇒ Na+  +  e

Reduksi : H+  +  e  ⇒  1/2 H2

Logam natrium mengalami oksidasi dalam air. Dengan kata lain logam natrium bertindak sebagai reduktor dalam reaksi. Natrium mengalami perubahan bilangan oksidasi dari 0 (Na merupakan unsur murni) menjadi +1 (Na+ memiliki muatan +1). Dalam tabel potensial sel standar (reduksi dalam air), logam natrium terletak pada bagian bawah dengan nilai potensial (Eo) sangat negatif yaitu -2.71. hal ini mengindikasikan bahwa logam natrium tergolong dalam reduktor kuat.

Jawaban:Tidak dapat ditentukan karena bukan reaksi RedoksPenjelasan:Koefisien didepan senyawa tidaklah mempengaruhi perhitungan Biloks. kecuali untuk penyetaraan reaksi redoksBerikut ini adalah identifikasi bilangan oksidasi atom atom pada reaksi redoks:2CO + 2NO ⇒ 2CO2 + N2+2 -2   +2 -2      +4 -2     0Maka CO mengalami oksidasi menjadi CO2 (biloks C naik). Sedangkan NO mengalami reduksi menjadi N2 (biloks N turun).PembahasanReaksi redoks merupakan reaksi yang saling berkesinambungan. Dimana terjadi oksidasi maka akan terjadi oksidasi pula. Reaksi oksidasi merupakan reaski penangkapanoksigen, pelepasan elektron, molekul atau ion. reaksi ini juga ditandai dengan peningkatan bilangan oksisadi. Sedangkan reaksi reduksi merupakan reaksi pelepasan oksigen, penangkapan elektron, molekul atau ion. dengan kata lain, dalam reaksi reduksi terjadi pengurangan bilangan oksidasi.Secara umum perkembangan teori reaksi oksiasi dibagi menjadi 3 macam yaitu:Reaksi redoks berdasarkan keterlibatan oksigenReaksi oksidasi merupakan reaksi yang melibatkan pengikatan oksigen. Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi yang melepaskan oksigen, misalnya:Reaksi oksidasi : 4Fe + 3O2 ⇒ 2Fe2O3Reaksi reduksi : 2CaO ⇒ 2Ca + O2Reaksi redoks berdasarkan keterlibatan elektronreaksi oksidasi merupakan reaksi pelepasan elektron membentuk ion. sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi yang melibatkan penangkapan elektron bebas. misanya:Reaksi oksidasi : Cu ⇒ Cu²⁺ + 2eReaksi Reduksi : Ag⁺ + e ⇒ AgReaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasiReaksi dikatakan sebagai reaksi reduksi jika terjadi pengurangan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi dimana salah satu atom dalam senyawa mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Penentuan bilangan oksidasi didasarkan pada aturan-aturan berikut ini:Bilangan oksidasi senyawa dan zat tunggal adalah nolBilangan oksidasi ion adalah sesuai jumlah muatanBilangan oksidasi atom golongan IA adalah +1 dan golongan IIA adalah +2Bilangan oksidasi atom golongan VIA pada senyawa biner adalah -2, sedangkan pada atom golongan VIIA adalah -1.Bilangan oksidasi atom H pada senyawa adalah +1, sedangkan pada senyawa hidrida seperti NaH adalah -1Bilangan oksidasi O pada senyawa biner adalah -2 kecuali pada senyawa dengan F (O=+2), pada senyawa peroksida (O=-1) dan senyawa superoksida (O=-1/2)Misalnya:2MgO + 4Cl2 ⇒ 2MgCl2 + O2 +2 -2       0          +2  -1        0Maka MgO mengalami oksidasi menjadi O2, ditandai dengan kenaikan biloks atom O. Sedangkan Cl2 mengalami reaksi reduksi menjadi MgCl2, ditandai dengan penurunan biloks atom Cl. zat yang bersifat reduktor akan mengalami reaksi oksidasi. Sedangkan zat yang berperan sebagai oksidator akan mengalami reduksi. oleh karena itu MgO bertindak sebagai reduktor dan Cl2 bertindak sebagai oksidator.Logam-logam golongan alkali dan alkali tanah merupakan contoh kelompok yang berperan sebagai reduktor. logam-logam golongan ini merupakan pembentuk basa kuat. Pada reaksi antara logam Natrium dalam air terjadi reaksi redoks sebagai berikut :Oksidasi :  Na ⇒ Na+  +  eReduksi : H+  +  e  ⇒  1/2 H2Logam natrium mengalami oksidasi dalam air. Dengan kata lain logam natrium bertindak sebagai reduktor dalam reaksi. Natrium mengalami perubahan bilangan oksidasi dari 0 (Na merupakan unsur murni) menjadi +1 (Na+ memiliki muatan +1). Dalam tabel potensial sel standar (reduksi dalam air), logam natrium terletak pada bagian bawah dengan nilai potensial (Eo) sangat negatif yaitu -2.71. hal ini mengindikasikan bahwa logam natrium tergolong dalam reduktor kuat.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh RyanStein01 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 04 Jul 21