Pada zaman dahulu di Kerajaan Daha yang terletak di sebelah

Berikut ini adalah pertanyaan dari delianasitumorang90 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Pada zaman dahulu di Kerajaan Daha yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa, hiduplah seorang Brahmana yang bernama Sidi Mantra bersama seorang anaknya yang bernama Manik Angker. Sidi Mantra dikenal sangat dermawan. Ia sering bersedakah kepada penduduk miskin yang ada di desanya. Itulah sebabnya penduduk sangat menghormatinya.Sidi Mantra sangat menyayangi Manik Angker. Apapun keinginan anaknya selalu dipenuhi. Hal ini membuat Manik Angker tumbuh menjadi anak yang manja. Manik Angker juga suka berjudi sabung ayam. Semua uang pemberian orang tuanya dihabiskan untuk berjudi. Ketika uangnya sudah habis, Manik Angker kemudian mencuri uang simpanan ayahnya.
Betapa terkejutnya Sidi Mantra saat mengetahui uang simpanannya telah dihabiskan oleh Manik Angker. Namun Sidi Mantra tak kuasa memarahi sang anak saat Manik Angker datang kepadanya sambil menangis.
“Ayah, tolonglah anakmu ini. Saya punya banyak hutang karena kalah sabung ayam. Saya akan dibunuh oleh lawan-lawan judi saya kalau tidak bisa membayar hutang-hutang itu,” kata Manik Angker sambil berlutut memeluk kaki ayahnya.
Sidi Mantra jadi sedih dan bingung. Ia ingin menolong anaknya, tapi uangnya sudah habis. Untunglah ia punya sahabat seekor naga sakti yang tinggal di kawah Gunung Agung. Maka Sidi Mantra segera berangkat menemui sahabatnya itu untuk minta pertolongan.
Sesampainya di mulut kawah, Sidi Mantra lalu membunyikan genta, sejenis lonceng kecil. Tak lama kemudian muncullah seekor naga yang bernama Naga Besukih. Setelah mengetahui kesulitan Sidi Mantra, Naga Besukih kemudian menggoyangkan tubuhnya yang bersisik. Sisik-sisiknya yang berjatuhan itu kemudian berubah menjadi kepingan uang emas yang sangat banyak.
Manik Angker sangat senang saat ayahnya memberinya uang emas yang banyak. Sifat serakahnya kemudian muncul. Ia ingin mendapatkan uang emas yang lebih banyak. Suatu hari ia mencuri genta milik ayahnya dan pergi ke Gunung Agung.
Sesampainya di mulut kawah, Manik Angker lalu membunyikan genta. Manik Angker sangat ketakutan ketika Naga Besukih muncul dari kawah gunung.
“A... ku, disuruh a.. yahku untuk minta.. uang emas..!” katanya gemetar ketakutan.
“Hemm... aku tahu kamu berbohong. Tapi sudahlah, ini ambil sebanyak yang kaumau,” kata Naga Besukih. Manik Angker sangat girang. Ia segera mengumpulkan kepingan uang emas yang berasal dari sisik Naga Besukih.
Saat sedang mengumpulkan kepingan uang emas, ia melihat sebuah berlian besar di ujung ekor Naga Besukih. Sifat serakahnya kembali muncul. Tiba-tiba Manik Angker memotong ekor Naga Besukih lalu segera berlari sambil membawa berlian di ujung ekor sang naga. Naga Besukih menjadi sangat marah. Disemburnya Manik Angker dengan api yang keluar dari mulutnya. Manik Angker akhirnya tewas menjadi abu.
Sidi Mantra sangat sedih mengetahui anaknya telah tewas. Ia lalu menemui Naga Besukih. Sambil minta maaf, Sidi Mantra memohon agar anaknya dihidupkan kembali. Naga Besukih bersedia memenuhi permintaan, asalkan ekornya bisa dipulihkan kembali. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra lalu menumbuhkan kembali ekor Naga Besukih. Naga Besukih pun menyemburkan abu dari mulutnya. Abu itu lalu berubah menjadi Manik Angker.
Manik Angker yang telah hidup kembali kini menyesali perbuatannya. Ia menangis mohon ampun kepada ayahnya. Dengan sedih Sidi Mantra berkata kepada anaknya, “Ayah sudah memaafkanmu, Nak. Tapi kita tidak bisa lagi bersama. Kamu harus hidup sendiri di sebuah pulau sebagai hukuman atas kesalahanmu.”
Selesai kalimatnya, Sidi Mantra membuat garis di antara dia dan Manik Angker. Garis di tanah itu perlahan-lahan mengeluarkan air. Semakin lama air itu semakin besar dan berubah menjadi laut yang memisahkan mereka. Daratan tempat Manik Angker berdiri kini berubah menjadi Pulau Bali. Sedangkan lautnya menjadi sebuah selat yang kini disebut Selat Bali.

1.Judul yang tepat untuk cerita di atas adalah…

A.Brahmana Sidi Mantra
B.Judi Sabung Ayam
C.Naga yang Sakti
D.Terjadinya Selat Bali

2.Latar cerita ini terjadi di..

A.Jawa Tengah
B.Kerajaan Daha
C.Pulau Bali
D.Selat Bali

3.Berikut ini yang bukan tokoh cerita adalah..

A.Manik Angker
B.Naga Bekusih
C.Penyabung Ayam
D.Sidi Mantra

4.Brahmana Sidi Mantra sangat dihormati penduduk karena..

A.bersahabat dengan naga
B.Dermawan
C.Orang Yang Sakti
D.Sayang Pada Anaknya

5.Brahmana Sidi Mantra seorang yang sangat dermawan. Maksud kata “dermawan” adalah..

A.banyak hartapunya kesaktian
B.Punya Kesaktian
C.Sering Bersedekah
D.Suka Bersemedi

6.Sidi Mantra punya seorang anak yang bernama…

A.Manik Angker
B.Manik Klungker
C.Manik Permata
D.Naga Angker

✏️Gausah Nyolong Point



Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. d. Terjadinya Selat Bali

2. c. Pulau Bali

3. c. Penyabung ayam

4. b. Dermawan

5. c. Sering bersedekah

6. a. Manik Angker

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh nizawika dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 02 Jun 21