doa ADUS ( Mandi besar ) apa do'a nya kak

Berikut ini adalah pertanyaan dari iklima101 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Doa ADUS ( Mandi besar ) apa do'a nya kak ?tolong dijawab ya kak plis aku lagi butuh do'a itu buat aku nih ka ♥️ nanti aku follow ❤️​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta'aala.”

Artinya adalah sebagai berikut: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta'aala.”

Penjelasan:

Dalam madzhab Syafi'i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Kedua, mengguyur seluruh bagian luar badan, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut/bulu. Tubuh diasumsikan sudah tidak mengandung najis.

Adab mandi junub

Home Terpopuler Semarang Raya Kesehatan Umum PSIS Olahraga Wisata Bisnis Pendidikan Netizen Ayo Foto Ayo Video Index

Home / Kesehatan

Penting! Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Junub

Jumat, 16 April 2021 Adib Auliawan Herlambang

Ilustrasi, mandi junub dilakukan untuk menghilangkan hadats besar. (istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Mandi besar alias mandi junub dilakukan untuk menghilangkan hadats besar. Tak seperti mandi biasa, mandi wajib ada bacaan niatnya.

Diberitakan nu.or.id, yang ditulis oleh Mahbib, disebut junub ketika seseorang mengalami salah satu dari dua hal.

Pertama, keluarnya mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.

Kedua, jimak atau berhubungan seksual, meskipun tidak mengeluarkan mani.

Persoalan mandi junub penting karena ia berkaitan dengan ibadah-ibadah lain, baik yang fardhu maupun sunnah. Orang yang dalam keadaan junub dilarang, antara lain melaksanakan shalat, berdiam diri atau duduk di masjid, thawaf atau mengelilingi Ka'bah, melafalkan ayat Al-Qur'an, dan menyentuh mushaf.

Lantas bagaimana cara mandi janabah yang benar?

AYO BACA : Pasutri Boleh Bermesraan saat Puasa, Ada Syaratnya

Dalam mandi junub seseorang wajib melaksanakan 2 rukun. Pertama, niat, yakni kesengajaan yang diungkapkan dalam hati. Bila ia mampu melafalkan juga secara lisan, hal ini lebih utama.

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta'aala.”

Artinya adalah sebagai berikut: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta'aala.”

Dalam madzhab Syafi'i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Kedua, mengguyur seluruh bagian luar badan, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut/bulu. Tubuh diasumsikan sudah tidak mengandung najis.

Adab mandi junub

Selain hal-hal yang wajib itu, ada juga sejumlah kesunnahan dalam mandi janabah. Imam al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah secara teknis menjelaskan adab mandi janabah dengan cukup rinci mulai dari awal masuk kamar mandi hingga keluar lagi.

Pertama, saat masuk ke kamar mandi ambilah air lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.

Kedua, bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.

Ketiga, berwudhu sebagaimana saat wudhu hendak shalat termasuk doa-doanya. Lalu pungkasi dengan menyiram kedua kaki.

Keempat, mulailah mandi janabah dengan mengguyur kepala sampai tiga kali--bersamaan dengan itu berniatlah menghilangkan hadats dari janabah.

Berikutnya, guyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri juga hingga tiga kali. Jangan lupa menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali; juga menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya). Pastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan--kalaupun tersentuh, berwudhulah lagi.

Di antara seluruh praktik tersebut yang wajib hanyalah niat, membersihkan najis (bila ada), dan menyiramkan air ke seluruh badan. Selebihnya adalah sunnah muakkadah dengan keutamaan-keutamaan yang tak boleh diremehkan.

Orang yang mengabaikan kesunnahan ini, kata Imam al-Ghazali, merugi karena sejatinya amalan-amalan sunnah tersebut menambal kekurangan pada amalan fardhu. Wallahu a'lam.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh miraayuofficial29 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 04 Jul 21