pada surah az-zalzalah ayat yang menjelaskan bahwa semua amal perbuatan

Berikut ini adalah pertanyaan dari revaliya0805 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

pada surah az-zalzalah ayat yang menjelaskan bahwa semua amal perbuatan manusia sekecil apapun akan diberi balasan yang setimpal oleh Allah subhanahu wa ta'ala adalah

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Penjelasan :

Banyak ayat Alquran yang menegaskan tentang ganjaran amalan setimpal itu. Di antaranya adalah surat Al-Zalzalah ayat 7 dan 8.

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ # وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah. wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah.

Artinya : “Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah sekalipun, niscaya dia akan melihatnya pula.”

Dalam buku Tafsir Al-Misbah oleh Prof Quraish Shihab dijelaskan di sanalah mereka masing-masing menyadari bahwa semua diperlakukan secara adil, maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, yakni butiran debu sekalipun, kapan dan di manapun niscaya dia akan melihatnya. Dan demikian juga sebaliknya barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah sekalipun, niscaya dia akan melihatnya pula.

Kata dzarrah ada yang memahami dalam arti semut yang kecil pada awal kehidupannya atau kepala semut. Ada pula yang memahaminya debu yang berterbangan di celah cahaya matahari yang masuk melalui lubang atau jendela.

Namun, yang jelas ayat ini menegaskan manusia akan melihat amal perbuatannya sekecil apapun itu. Dalam konteks kecil atau besarnya amal, Rasulullah SAW bersabda:

عن عدي بن حاتم رضي الله عنه قال: سمعت النبي ﷺ يقول: اتقوا النار ولو بشق تمرة

“Lindungilah diri kamu dari api neraka walau dengan sepotong kurma.” (HR Bukhari dan Muslim melalui ‘Adi Ibn Hatim).

Sementara kata yarah(u) terambil dari kata ra’â yang pada mulanya berarti melihat dengan mata kepala. Tetapi ia digunakan juga dalam arti mengetahui. Sementara ulama menjelaskan jika ingin memahaminya dalam arti melihat dengan mata kepala maka yang terlihat itu adalah tingkat-tingkat dan tempat-tempat pembalasannya serta ganjarannya.

Bila memahaminya dalam arti mengetahui maka objeknya adalah balasan dan ganjaran amal itu. Diperlihatkannya amal itu tidak berarti semua yang diperlihatkan itu otomatis diberi balasan oleh Allah, karena boleh jadi sebagian di antaranya, apalagi amalan-amalan orang mukmin dimaafkan oleh-Nya.

Semoga membantu

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh Qoyyuum dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 30 May 21