alur cerita amir an rumah tua sesingkat saja ya

Berikut ini adalah pertanyaan dari nuraliyah260787 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Alur cerita amir an rumah tua
sesingkat saja ya

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Hujan belum juga reda, Amir harus segera pulang sebab dia sudah kesepakatan kepada ibunya untuk pulang cepat dan mengambil kue-kue bikinan ibunya ke warung-warung langganan dimana dia menitipkan kudapan manis buatan ibunya.

Amir anak yang rajin, setiap sore dia pergi ke warung-warung untuk mengambil kudapan manis yang tadi pagi dia titipkan. Dari hasil itulah dia mampu sekolah.

Terkadang Ia juga membantu toko kelontong milik pamannya kalau hari libur tiba. Namun naas hari itu Amir harus menunggu hujan reda. Bel sekolah berbunyi Amir bergegas meninggalkan kelas dan berlari pulan, namun hari itu mendadak gelap, halilintar bersahut-sahutan dan hujanpun turun dengan derasnya.

Setelah berlari-lari, Amir terpaksa meneduh di sebuah rumah renta di pinggir jalan semoga tidak kebasahan.

Angin keras menerpa tubuh Amir yang sudah setengah berair kuyup, hujan yang deras tak mau juga reda. Amir memeluk keras badannya sambil menggigil di teras depan rumah renta tersebut.

Sejenak Amir mengamati kedalam rumah renta tersebut. "Hmm..bukankah ini rumah renta yang sering disebut-sebut temanku berhantu..", Amir teringat dongeng teman-temannya wacana rumah renta itu.

Rumah itu memang sudah lama ditinggal pemiliknya entah kenapa, namun Amir tidak mampu segera meninggalkan rumah itu sebab hujan semakin lebat.

Sedikit bergeser dari teras depan rumah tua, Amir mundur ke dalam ruang tamu rumah itu. Rangka rumah terlihat sudah keropos dan atapnya banyak yang rusak sehingga nampak terang genteng rumah dan rangka kuda-kuda.

Angin keras menerpa rumah itu dan mengakibatkan bunyi tabrakan antara kayu dan plafon yang bergelantungan, membuat Amir terkejut. Dipandangi oleh Amir sekeliling rumah itu, Banyak adegan rumah itu yang rusak, tembok-tembok berlubang, banyak sarang laba-laba serta lantai tanah yang becek akhir tetesan air dari genteng.

Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam menghampiri Amir. Amir mengelak dan menghalaunya. Ternyata itu ialah kelelawar yang turun dari atap secara tiba-tiba. Amir bergeser dan mengambil nafas dalam-dalam. Ia tidak mau terpengaruh oleh fikiran yang mampu membuatnya takut.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh davidbraind dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 17 Aug 21