Ukara ing ngisor iki owahana dadi basa 1. Sadurunge mlebu

Berikut ini adalah pertanyaan dari iskywulungo2261 pada mata pelajaran B. Daerah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Ukara ing ngisor iki owahana dadi basa 1. Sadurunge mlebu kelas aku wis takon marang ibu guru. Wangsulan: 2. Budhe Murti ngendika menawa mengko sore pakdhe arep kondur saka Jakarta. Wangsulan: 3. Kancaku kae wis suwe ora tau mampir ana daleme bapakku. Wangsulan: 4. Adhiku durung ngerti carane nulis aksara Jawa, apa kowe wis ngerti? Wangsulan: 5. Menawa sore Ibu karo bapakmu apa ya seneng ngunjuk kopi karo dhahar cemila Wangsulan:.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Ukara ing ngisor iki dadi basa krama alus

1. Saderengipun mlebet kelas kula sampun mundhut priksa dhateng ibu guru.

2. Budhe murti matur bilih mangke sonten pakdhe badhe kondur saking jakarta.

3. Kanca kula menika sampun dangu mboten nate pinarak wonten daleme bapakipun kula.

4. Rayi kula dereng sumerep caranipun nyerat aksara jawi, menapa panjenengan sampun sumerep?

5. Bilih sonten ibu kaliyan bapakipun panjenengan, menapa nggih remen ngunjuk kopi kaliyan dhahar cemilan?

Pembahasan:

Dalam bahasa Jawa, terdapat unggah-ungguh basayang disebut dengantingkat tutur. Secara umum, terdapat 3 tingkat tutur bahasa Jawa, yaitu ngoko, madya, dan krama. Hal yang membedakan ketiga tingkat tutur ini adalah situasi pembicaraan atau kapan, dimana, bagaimana, dan dengan siapa menggunakannya. Ngoko adalah tingkat tutur yang mencerminkan rasa tidak berjarak, seringkali disalahartikan sebagai kasar. Namun, tingkat tutur ngoko sebenarnya digunakan untuk menunjukkan keakraban antara pembicara dan lawan bicara. Tingkat tutur ini digunakan saat bersama teman, orangtua kepada anak, guru kepada murid, dan sebagainya.

Tingkat tutur madya sebenarnya adalah tingkat tutur krama yang telah mengalami proses penurunan tingkat, proses informalisasi, dan proses ruralisasi. Tingkat tutur madya berada di tengah-tengah ngoko dan krama yang seringkali disarankan untuk dihindari karena kesalahan penggunaan tingkat tutur ini dapat membuat lawan bicara salah paham karena dianggap tidak sopan. Tingkat tutur madya umumnya ditandai dengan kata-kata madya seperti ajeng ‘akan’, niki-niku-nika ‘ini-itu-itu’, samang ‘kau’, kiyambake ‘dia’.

Tingkat tutur krama mencerminkan perasaan sopan dan segan dari pembicara terhadap lawan bicara. Tingkat tutur ini digunakan saat berbicara kepada orang yang dihormati atau orang yang secara status sosial lebih tinggi. Misalnya murid kepada guru, pembantu terhadap majikan. Tingkat tutur ini juga dapat menunjukkan adanya hubungan yang tidak begitu dekat, misalnya kepada orang asing.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut mengenai tingkat tutur pada yomemimo.com/tugas/26914530

#BelajarBersamaBrainly #SPJ4

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh vaalennnnnn dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 02 Jan 23