maknasanajan ta ora milu,pasti wruh solahing maling,kaya mangkono sabarangpanggawe ala

Berikut ini adalah pertanyaan dari nl1674199 pada mata pelajaran B. Daerah untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Maknasanajan ta ora milu,
pasti wruh solahing maling,
kaya mangkono sabarang
panggawe ala puniki
sok weruho nuli biso
yeku panuntuning iblis
tolong lagi butuh banget​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Meskipun tidak ikut (mencuri),

pasti mengetahui bagaimana cara mencuri.

Seperti itulah sembarang,

perbuatan buruk itu,

kadang hanya melihatpun segera bisa melakukan.

Yang demikian itu karena tuntunan iblis.

Penjelasan:

Kajian per kata:

Sanadyan (walaupun) ta nora (tidak) melu (ikut), pasthi (pasti) wruh (mengetahui) solahing (kebiasaan, cara-cara) maling (mencuri). Meskipun tidak ikut (mencuri) pasti mengetahui bagaimana cara mencuri.

Inilah mengapa kita tidak selayaknya bergaul dengan para pencuri. Sebab walau tidak ikut-ikutan kalau setiap hari melihat teman-temannya mencuri pasti akan menjadi tahu cara-cara mencuri. Apa saja alat yang digunakan, bagaimana caranya agar lolos dari pengawasan, bagaimana cara menghapus jejak, dll.

Pengetahuan tentang hal mencuri tadi akan terpatri dalam pikiran dan akan diingat sepanjang hidupnya. Apalagi jika bergaulnya sangat intensif maka akan semakin hapal di luar kepala. Tinggal menunggu waktu agar apa yang sudah diketahui tadi dipraktekkan dalam perbuatan.

Kaya (Seperti) mangkono (itulah) sabarang (sembarang) panggawe (perbuatan) ala (buruk) puniki (itu), sok (kadang) weruha (melihatpun) nuli (segera) bisa (bisa melakukan). Seperti itulah sembarang perbuatan buruk, kadang hanya melihatpun segera bisa melakukan.

Yang demikian itu karena sembarang perbuatan buruk akan mudah dihapal. Sekali melihat akan mengerti dan paham caranya. Mengapa demikian? Karena anak-anak muda belumlah mempunyai kebiasaan yang muncul dari pikiran. Semua perbuatan yang dilakukan sebelum tamyiz adalah hasil doktrin dan pembiasaan orang tuanya. Ketika masuk usia tamyiz barulah dia bisa menilai sesuatu itu baik atau buruk.

Namun jika sering bergaul dengan orang jahat akan timbul pembenaran-pembenaran atas kejahatan itu. Sehingga mencuri pun dianggap benar dengan alasan tertentu. Mabuk pun dianggap sebagai ukuran keberanian. Merokok dianggap keren, dsb. Lambat laun pikiran anak muda akan tumpul dalam mengenali kebenaran sejati. Yang ada hanya mencari-cari alasan pembenar bagi setiap kejahatan yang dilakukannya.

Yeku (yang demikian itu) panuntuning (karena tuntunan) eblis (iblis). Yang demikian itu karena tuntunan iblis.

Iblis adalah kepala syetan yang sangat piawai dalam memanipulasi pikiran orang. Dalam aksinya iblis akan mempengaruhi pikiran terlebih dahulu bahwa suatu perbuatan walau salah tidak apa dilakukan jika terpaksa. Kemudian akan timbul alasan lain, bahwa sistem tidak mungkin membuat orang menjadi baik dan berbuat jahat adalah jalan keluar. Kemudian akan dicari pembenaran baru, toh orang lain juga sama-sama melakukan kejahatan, tidak hanya engkau sendiri. Sampai akhirnya pikiran betul-betul tumpul sehingga memamerkan kejahatan adalah simbol dari kekuatan.

sumber : https://bambangkhusenalmarie.wordpress.com/2017/09/06/kajian-wulangreh-14-wataking-panggawe-ala/

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh jeongwooasep dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 10 May 23