sebutkan contoh mad thabii, ظ mengahadapi ى،ا،و jawbawyang bnrr ydi

Berikut ini adalah pertanyaan dari wildanwarsana2 pada mata pelajaran B. Arab untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Sebutkan contoh mad thabii, ظ mengahadapi ى،ا،و


jawbawyang bnrr y
di kumpulin besook​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

iNews.ID logo

Pengertian Mad Thabi'i, Hukum Bacaan dan Contohnya dalam Al Qur'an

Santrui belajar ilmu tajwid agar bisa membaca Al Qur'an dengan baik dan benar. (Foto: Antara)

Lifestyle Muslim Detail Berita

Pengertian Mad Thabi'i, Hukum Bacaan dan Contohnya dalam Al Qur'an

Kastolani Rabu, 09 Juni 2021 - 17:35:00 WIB

JAKARTA, iNews.id - Mad Thabi’i merupakan satu dari bagian atau cabang dari Hukum Mad. Secara bahasa Mad Thabi’i mempunyai arti alami atau biasa, yaitu tidak lebih dan juga tidak kurang. Dibaca dengan panjang 2 harakat atau 1 alif. Mad Thobi’i ini sering disebut dengan istilah lain sebagai Mad Ashli.

Hukum bacaan mad penting diketahui Muslim dalam membaca Alquran. Sebab, membaca Al Qur'an pun tidak boleh sembarangan karena harus benar dan tartil.

BACA JUGA:

11 Hukum Bacaan Tajwid dalam Al Qur'an

Salah satu upaya agar bisa membaca Al qur'an dengan baik dan tartil yakni belajar ilmu tajwid yakni ilmu yang mempelajari tentang cara pengucapan dan pelafalan Al qur'an.

Dikutip dari buku Al-Qur'an Hadis terbitan Kemenag untuk MTs Kelas VII, Tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada, yujawwidu atau tajwidan (membaguskan atau membuat bagus).

BACA JUGA:

Pengertian Mad Jaiz Munfasil dan Contoh dalam Al Qur'an

Ilmu tajwid ialah ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca dengan baik. Ilmu ini ditujukan dalam pembacaan al-Qur'an, meskipun pengucapan huruf-huruf hijaiyah (alfabet Arab dari alif sampai ya) di luar al-Qur'an juga harus dilakukan karena pengucapan yang tidak tepat akan menghasilkan arti yang lain.

Definisi mad secara bahasa adalah tambah. Menurut ulama ahli tajwid adalah memanjangkan suara huruf yang wajib dipanjangkan.Huruf mad thabi'i itu ada tiga yaitu ,( ي ) 'ya) , و ) wawu dan alif ( ا).

Adapun syarat huruf mad thabi'i adalah apabila wawu jatuh setelah dhummah, ya' jatuh setelah kasroh, dan alif jatuh setelah fathah.

Contohnya berkumpul dalam نُوْحِيْهَا.

Apabila setelah huruf mad tidak ada huruf yang sukun, maka disebut mad thabi'i.

Seperti kalimat وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا .Panjangnya kira-kira satu alif/ dua harakat.

Contoh Mad Thobi'i terdapat dalam Surat Al Ghasyiah:

1. وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌۙ (Terdapat wawu sukun setelah dhomah)

Latin: Wujuuhuyyaumaidzin khoosyi'ah.

2. لَّا يُسْمِنُ (terdapat alif sukun setelah fathah)

3. فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌۘ (Terdapat ya sukun setelah kasroh)

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid adalah fardhu kifayah, bila sebagian orang dari suatu kaum telah mempelajarinya maka gugur kewajiban atas lainnya. Sedangkan hukum membaca Al quran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu 'ain. Maka diwajibkan bagi seseorang saat membaca al Qur'an sesuai dengan kaidah tajwid yang benar yang ia dapatkan dengan cara musyafahah (tatap muka dengan seorang guru).

Ada banyak hadis yang menunjukkan anjuran membaca Alquran dengan bacaan tartil dan suara yang indah, seperti hadis berikut:

"زَيِّنوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ"

Artinya: Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian!

"لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ"

Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Al-Qur’an.

Perintah membaca dengan tartil termaktub dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4)

Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut di atas adalah bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-lahan) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca, dan memang demikianlah bacaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW Sehingga Siti Aisyah radhiallahu 'anha mengatakan bahwa Nabi SAW bila membaca Alquran yaitu perlahan-lahan sehingga bacaan beliau terasa paling Iama dibandingkan dengan orang Lain.

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui sahabat Anas ra, bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Maka ia menjawab, bahwa bacaan Alquran yang dilakukan oleh beliau panjang.

Wallahu A'lam

Penjelasan:

semoga membantu

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh jlnmuslim30 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 11 Apr 23