Jelaskan perbedaan tentang niat puasa antara mazhab maliki dan hambali?

Berikut ini adalah pertanyaan dari alvarozhafransyahnar pada mata pelajaran B. Arab untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Jelaskan perbedaan tentang niat puasa antara mazhab maliki dan hambali?

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Imam Syafi’ie dan Imam Ahmad Bin Hambal. Menurut keduanya, niat puasa Ramadhan wajib dibaca (dalam hati) pada waktu malam. Yaitu mulai masuk waktu maghrib sampai jelang subuh. Berbeda dengan puasa sunah, sah-sah saja dibaca siang hari. Asal sebelum matahari tergelincir (Masuk waktu duhur).

Untuk puasa fardu, keduanya berlandaskan hadits dari Sayyidah Hahshoh ra.,

من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له

Man lam yubayyitish shiyam qoblal fajri fala siyama lahu (HR. Al-Khomsah, Bulughul Marom)

Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum terbit fajar (Fajar Shodiq/subuh), maka puasanya tidak sah.

Untuk puasa sunah, didasarkan pada hadits nabi dari Sayyidah Aisyah ra.,

دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال هل عندكم شيئ قلنا لا قال فاني اذا صائم

Dakhola alayya annabiyyu shollaallahu alaihi wasallama dzata yaumin faqola: hal indakum syai’un? Qulna : La. Qola : fainni idzan shoimun (HR. Muslim, Bulughul Marom)

Suatu hari Nabi Muhammad Saw. menemuiku. Lalu beliau bertanya: adakah kamu memiliki sesuatu (makanan)? Kami menjawab : tidak ada. Lalu beliau bersabda: Jika demikian, maka aku akan puasa (sunah).

Sumber: bincangsyariah.com

Penjelasan:

Semoga membantu^^

Maaf kalau salah:)

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh sanasyaa03 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 01 Aug 21