dengan dasar iman kepada Qada dan Qadar. Bagaimanakah pendapatmu tentang.a.jodoh

Berikut ini adalah pertanyaan dari rifkiadityap pada mata pelajaran B. Arab untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Dengan dasar iman kepada Qada dan Qadar. Bagaimanakah pendapatmu tentang.a.jodoh dan pacaran
b.kesuksesan dan usaha ​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Dengan berbekal dasar Iman kepada Qada dan Qadar maka berikut ini adalah sikap dan keyakinan yang perlu kita yakini terhadap beberapa hal sebagai berikut yaitu:

  • Jodoh dan Pacaran. Berpacaran bukan merupakan syariat di dalam Islam, bahkan hal tersebut merupakan perbuatan dosa yang akan mengantarkan pelakunya kepada perbuatan zina. Sehingga berpacaran haram hukumnya. Berpacaran tidak menjamin seseorang menjadi jodohnya dan kelak akan menikah. Begitu banyak pasangan yang berpacaran bertahun-tahun akhirnya putus dan tidak jadi menikah. Sehingga dengan beriman kepada Qada dan Qadar maka kita tidak mesti berpacaran karena kita yakin jodoh kita sudah dituliskan di lauful mahfudz. Kita hanya perlu memperbaiki diri agar lebih baik lagi dan kemudian berikhtiar dengan cara taaruf.
  • Kesuksesan dan Usaha. Begitupula dengan kesuksesan seseorang, maka semuaya itu telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tuliskan di dalam kitabnya Lauful Mahfudz. Usaha merupakan proses yang wajib kita lakukan untuk mencapai kesuksesan. Akan tetapi tidak semua usaha kita akan berhasil dengan kesuksesan, adakalanya kita gagal untuk belajar lebih baik lagi. Banyak sekali orang-orang yang tidak banyak berusaha akan tetapi mendapatkan banyak kesuksesan. Akan tetapi karena kita beriman kepada Qada dan Qadar maka kita tetap harus melakukan sebab-sebab tersebut akan tetapi semua hasilnya kita gantungkan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Pembahasan

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan qadar secara bahasa sama artinya dengan takdir. Sedangkan qadha’ secara bahasa berarti hukum atau ketetapan. Qadha’ dan qadar masuk dalam istilah kata “jika disebut bersamaan, maka kedua kata tersebut saling menjelaskan namun jika disebut terpisah, maka kedua maknanya sama.”

Iman kepad Qada dan Qadar merupakan rukun iman yang terakhir dari 6 rukun iman. Adapun dalilnya ada di dalam Al Quran sebagaimana disebutkan di dalam surat Al Ahzab ayat 38 yang berbunyi:

مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيْمَا فَرَضَ اللّٰهُ لَهٗ ۗسُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۗوَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ قَدَرًا مَّقْدُوْرًاۙ

mā kāna 'alan-nabiyyi min ḥarajin fīmā faraḍallāhu lah, sunnatallāhi fillażīna khalau ming qabl, wa kāna amrullāhi qadaram maqdụrā

Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang qada dan qadar yomemimo.com/tugas/22434985

2. Materi tentang beriman kepada qada dan qadar yomemimo.com/tugas/38968526

3. Materi tentang rukun iman salah satunya qada dan qadar yomemimo.com/tugas/14710743

Detail Jawaban

Kelas: 6

Mapel: Agama

Bab: Iman Kepada Qadha dan Qodar

Kode: 6.14.7

#AyoBelajar

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh Anggaprasidi dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Fri, 04 Jun 21