3 Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ashabul ukhdud​

Berikut ini adalah pertanyaan dari mfarhan110612 pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Dasar

3 Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ashabul ukhdud​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Orang-orang yang beriman kepada Allah pasti akan diuji.

2. Mengharpakan kesembuhan berasal dari Allah.

3. Tamak dengan kekuasaan merupakan penghalang sesorang dari hidayah.

Penjelasan:

1. Orang-orang yang beriman kepada Allah pasti akan diuji.

Allah berfirman (yang artinya),

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja setelah mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al ‘Ankabut : 2-3)

2. Mengharpakan kesembuhan berasal dari Allah.

Anak dalam kisah tersebut menolak bahwasanya dia lah yang menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hal itu dikarenakan perkataan tersebut bisa merusak tauhid seseorang. Anak tersebut hanyalah perantara atau sebab. Namun yang terpenting adalah meyakini bahwa Allah lah yang berkuasa menjadikan suatu sebab dapat berpengaruh. Allah berfirman,

Dan ingatlah (wahai ‘Isa), ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku”. (QS. Al Maidah : 110)

3. Tamak dengan kekuasaan merupakan penghalang sesorang dari hidayah.

Lihatlah betapa gelapnya mata raja tersebut setelah ia melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dengan mata kepalanya sendiri. Apabila dia beriman kepada Allah, akan hilanglah kekuasaannya, sehingga dia lebih memilih kekuasaan yang fana daripada akhirat yang kekal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan kambing itu lebih merusak dibandingkan ambisi seseorang kepada harta dan kekuasaan terhadap agamanya.” (HR. Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al Albani)

Ibnu Hajar berkata, “Siapa yang mencari kekuasaan dengan begitu tamaknya, maka ia tidak ditolong oleh Allah” (Fathul Bari, 13/124)

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh atsmu01 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sat, 17 Sep 22