cerita singkat kisah nabi Adam ​

Berikut ini adalah pertanyaan dari cherryviolerian pada mata pelajaran B. Arab untuk jenjang Sekolah Dasar

Cerita singkat kisah nabi Adam

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah sudah menciptakan langit, bumi, malaikat, dan iblis. Malaikat diciptakan dari cahaya, dan iblis diciptakan dari api. Malaikat dan iblis sama-sama tinggal di surga, dan hidup nyaman di sana. Bumi diciptakan dalam waktu dua hari, lengkap dengan gunung-gunung dan lautan di atasnya.

Pada suatu hari, Allah berkehendak menciptakan manusia. Kelak, manusia akan dijadikan khalifah di muka bumi.

Para malaikat terkejut. Mereka takut manusia berbuat zalim di sana. Para malaikat pun bertanya kepada Allah, “Mengapa Engkau hendak menciptakan manusia yang dapat berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu taat kepada-Mu?”‘

Allah menjawab, “Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Begitulah, Allah lebih tahu ada hikmah besar di balik penciptaan manusia sebagai khalifah.

Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah liat kering, dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Lalu, Dia meniupkan ruh ke dalamnya. Jadilah Nabi Adam hidup dan bernapas. Allah juga menciptakan istri untuk Nabi Adam, yaitu Ibu Hawa. Ibu Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam.

Lalu, Allah memerintah para malaikat dan iblis untuk menyembah Nabi Adam sebagai tanda penghormatan. Tapi, iblis menolak. Dia berkata, “Aku Iebih baik daripada Adam karena aku, kau ciptakan dari api!” Akibat sikapnya yang membangkang itu, Allah menghukum iblis dengan mengeluarkannya dari surga.

Iblis tidak juga kapok dengan ulahnya, lho. Bandel, ya? Iblis tidak mau bertaubat, bahkan dia ingin mengajak banyak manusia ke jalan sesat sepertinya. Iblis berjanji akan menggoda manusia dari segala arah. Namun, kata Allah, ada satu golongan yang tidak akan mempan oleh godaan iblis. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang imannya kuat. Mereka tidak mudah terbujuk oleh bisikan iblis.

Di surga, Allah mengajari Nabi Adam berbagai nama benda. Lalu, Allah menanyakan nama-nama benda itu kepada malaikat. Allah ingin menunjukkan bahwa Nabi Adam memiliki keutamaan dibanding mereka. “kami tidak tahu, Ya Allah,” jawab malaikat.

Allah ganti bertanya kepada Nabi Adam, dan beliau bisa menjawabnya. Para malaikat seketika menyadari keutamaan Nabi Adam. Mereka tidak ragu lagi jika manusia menjadi khalifah di muka bumi.

Nabi Adam dan Ibu Hawa diizinkan menikmati semua kelezatan di surga. Mereka boleh makan dan minum apa saja, kecuali Allah melarang mereka mendekati sebuah pohon.

lblis iri melihat Nabi Adam dan Hawa. Iblis ingin menggoda keduanya agar melanggar larangan Allah juga. Iblis lalu masuk ke surga dengan diam-diam. Semua pintu ia datangi untuk membujuk Nabi Adam dan Hawa. Dengan berpura-pura baik, iblis berkata, “Tidak tahukah kamu, sesungguhnya Allah melarangmu mendekati pohon itu semata-mata agar kamu tidak menjadi malaikat dan tidak kekal di dalam surga?”

Nabi Adam dan Hawa tidak terbujuk. Mereka menutup telinga dari bisikan iblis.

“Percayalah, aku tidak berbohong! Kalian akan kekal di surga jika memakan buah dari pohon itu.” Bujuk Iblis lagi.

Lama-kelamaan, Nabi Adam dan Hawa tergoda juga. Mereka mendekati pohon larangan dan memakan buahnya. Iblis sangat senang. Dia tertawa terbahak-bahak karena usahanya berhasil. Allah murka kepada nabi Adam dan Hawa.

“Bukankah Aku telah melarang kalian memakan buah dari pohon itu? Dan aku telah katakan bahwa Iblis adalah musuh bagi kalian?” kata Allah.

Nabi Adam dan Hawa sangat menyesal, Mereka menangis dan meminta ampun di hadapan Allah. Allah menerima taubat mereka. Namun, keduanya diturunkan ke bumi.

Di bumi. Allah menyediakan semua kebutuhan Nabi Adam dan Hawa. Bedanya, jika di surga semua tinggal dinikmati, sedangkan di bumi, keduanya harus bekerja keras. Untuk makan, Nabi Adam dan Hawa bercocok tanam.

Regitulah awal mula kehidupan di muka bumi. Dari Nabi Adam dan Hawa, lahirlah anak dan cucunya, Lalu jumlah manusia makin banyak hingga saat ini. Manusia menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Manusia, termasuk kita, berkewajiban mendayagunakan, menjaga, dan melestarikan semua sumber daya di bumi dengan sebaik-baiknya.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh bagawanta dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 25 Jul 21