ro dibaca tarqiq apabila berharakat Sukun dan sebelumnya ada huruf

Berikut ini adalah pertanyaan dari alyciaanggun pada mata pelajaran B. Arab untuk jenjang Sekolah Dasar

Ro dibaca tarqiq apabila berharakat Sukun dan sebelumnya ada huruf hijaiyah berharakat kasrohcarilah 3

tolong di jawab kaka​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

PENJELASAN:

a Tafhim ( تفحيم ) artinya ra yang dibaca tebal .

Ra dibaca tebal. Apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Jika huruf ra berharakat fathah atau fathatain ( رَ / رً )

Contoh :

- Ra difathahرَبُّكُمْ - رَبِّ الْفَلَقِ - غُفِرَلَهُ - اَلَمْ تَرَ ( ر)

- Ra difathatainنَارًا - خَيْرًا - طَيْرًا - شرًا ( رً )

Jika ra berharakat dammah atau dammatain ( رُ / رٌ )

Contoh :

- Ra dammahرُزِقْنَا - كَفَرُوْا - أَكْبَرُ - نَصْرُاللهِ ( رُ )

- Ra dhammatainغفورٌ - أجرٌ - مَبرُورٌ - نورٌ ( رٌ )

Jika ra berharakat sukun jatuh sesudah huruf yang difathah atau didammah ( + رْ ـُـ / رْ + ـَـ )

Contoh :

- Ra sukun jatuh sesudah huruf difathah ( رْ + ـَـ )

وَأَرْسَلَ - تَرْمِيْهِمْ - فَأَ ثَرْنَ بِهِ - وَانْحَرْ

- Ra sukun jatuh sesudah huruf didammah ( ــُ + رْ )

تُرْحَمُوْنَ - مُرْسَلِيْنَ - قُرْآنٌ - مُرْتَفَقًا

Jika ra berharakat sukun didahului oleh huruf yang berharakat kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat itu. ( رْ / kasrah tidak asli )

Contoh : اِرْجِعِىْ - اِرْكَبْ - اِرْحَمْنَا

Jika ra berharakat sukun sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, namun sesudah ra sukun itu ada huruf ISTI’LA ( إسـتـعـلاء ) yang tidak dikasrah (huruf isti’la tidak dikasrah + رْ + / kasrah asli ).

Sedangkan huruf isti’la itu ialah ص - ض - ط - ظ - خ - غ - ق

Contoh : قِرْطَاسٌ - مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ - مِرْصَادٌ

Ra Tarqiq ( ترقيق ) tipis / Muraqqaqah

Ra tarqiq atau muraqqaqah ialah ra yang dibaca tipis. Di dalam ilmu tajwid ra ( ر ) dibaca tipis jika memenuhi persyatan-persyaratan., yaitu :

Jika ra berharakat kasrah atau kasratain ( ِر / ٍر )

Contoh :

- Ra dikasrah ( ِر )ِرِمَاحُكُم ْ - كَرِيْمٌ - مِنَ الرِّّجَالِ - Ra dikasratain ( ٍر )بِضُرِّ - لَفِىْ حُسْرٍ

Jika ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli tetapi sesudah ra sukun bukan huruf isti’la. ( bukan huruf isti’la + رْ + ـِـ ).

Contoh : فِرْعَوْنَ - فَبَشِّرْهُ - وَأَنْذَرْبِهِ - مِْرفَقًا

Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya ya sukun ( ra waqaf + يْ )

Contoh :شَيْئٍ قَدِ يْرٌ- وَهُوَالسَّمِيْعُ الْخَبِيْر سَمِيْع ٌبَصِيْرٌ- لَكُم ُالْخَيْرُ

Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya dikasrah ( ra waqaf + ـِـ )

Contoh :وَلاَ ناَصِرَ - هُوَالْكَافِرُ - بِمُصَيْطِرٍ

Jawazul Wajhain ( جواز الوجهين ) artinya boleh dibaca tebal dan boleh dibaca tipis

Huruf ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq jika ra itu disukun dan huruf sebelumnya dikasrah sedangkan setelah ra sukun itu ada huruf isti’la yang dikasrah. (huruf isti’la yang dikasrah + رْ + ِ )

Contoh :مِنْ عِرْضِهِ - بِحِرْصٍ

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ahmadmujtabafaiq dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 05 Aug 21