contoh teks cerpen dan kerangkanya #gwampwang​

Berikut ini adalah pertanyaan dari senseyarta1987 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Contoh teks cerpen dan kerangkanya




#gwampwang​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Penjelasan:

Kerangka Cerpen

*      Tema :

kehilangan orang yang dicintai.

*      Amanat :

·         Jangan terlalu cepat menilai seseorang.

·         Harus sabar dalam menghadapi masalah.

·         Satiap kejadian itu pasti ada hikmahnya.

*      Tokoh dan penokohan :

·         Dia (Khairil) : memikirkan keadaan orang lain, baik.

·         Ibu : memikirkan untuk hal yang akan datang, perhatian.

·         Nenek : penurut.

·         Ayah : kurang perhatian pada keluarganya.

·         Kak Aisyah : baik, penolong

·         Paman : kurang bertanggung jawab.

·         Mama : Pemarah, tidak memikirkan keadaan orang lain.

*      Latar :

·         Waktu : pagi hari, siang hari, malam hari dan subuh.

·         Tempat : Rumah, Sekolah, rumah Kak Aisyah, pekuburan dan rumah mama.

·         Suasana : menggembirakan, menyedihkan dan menakutkan

*      Sudut pandang :

Sudut pandang impersonal (berdiri di luar cerita, serba melihat, serba mendengar, serbatahu, melihat sampai kedalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh).

*      Gaya bahasa :

Lugas, mudah dimengerti, di pahami.

*      Konflik :

·         Khairil terlalu menyayangi keluarganya

·         Mendapatkan ujian kehilangan orang-orang yang disayanginya

·         Tinggal dengan orang-orang yang di bencinya

Salahkah Tuhan ?

Oleh : Elvina Rahayu

           Air mata itu sudah tak terbendung lagi. Air mata itu keluar begitu saja saat dia mengingat kejadian sepuluh tahun silam. Saat itu dia masih berumur sepuluh tahun. Dia tau, dia adalah seorang laki-laki, tapi bukankah tak ada pasal-pasal yang melarang seorang laki-laki untuk menangis. Duduk bermenung di lantai tiga sambil memandangi foto-foto masa lalu, hanya itu yang dapat mengobati kerinduannya pada orang yang disayanginya.

           Pagi itu adalah pagi yang sangat cerah. Mentari pun seakan ikut senang melihat kebahagiaannya bersama keluarga kecilnya. Kicauan burung menari-nari di angkasa, Sungguh indah ketika memandangnya. Embun pagi menyejukan di hati. Semerbak wangi mawar membuat segar perasaan. Indahya alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Tak ada yang bisa menandinginya. Karena Tuhan adalah Sang Khalik pencipta alam semesta.Ayah, Ibu, Nenek dan Khairil adalah keluarga kecil yang bahagia. Dia berfikir tak ada lagi keluarga di dunia ini yang dapat menandingi kebahagiaan keluarganya.

“Makan dulu Kei sebelum berangkat sekolah !” Perempuan berambut hitam panjang itu menyapanya, ia menatap dengan wajah yang penuh kasih sayang seorang *1 bundo kanduang.

“Ya Bu. Oya Bu Nenek mana ?” Jawabnya heran karena tak biasanya nenek tak makan bersama pagi itu.

“Ibu lupa ngasih tau kamu, subuh tadi Nenekmu dijemput oleh Paman, katanya sih akan tinggal beberapa hari disana.” Jawab Ibu dengan pasti.

           Pagi itu memang pagi yang terasa asing baginya, Nenek, Ayah tak makan bersama pagi itu. Meskipun Ayahnya adalah seorang *2 kuli angkat di pasar, biasanya ia tetap menyempatkan diri untuk makan bersamanya dulu.

“Bu Khairil berangkat sekolah dulu ya ?” Ujar Khairil sambil menyalami tangan Ibunya.

“Ya… Oya Kei Ibu nanti pulangnya lama mungkin agak sorean, makanan Ibu siapkan di lemari dan kunci Ibu titipkan ke rumah Kak Aisyah, nanti kamu mainnya di sana dulu sampai Ibu pulang ya ?” Jelas Ibu kepadanya.

“Memangnya Ibu nanti mau kemana ?” Tanyanya heran melihat sikap Ibunya yang tak pasti.

“Sudah, kamu berangkat sekolah dulu sana, nanti kamu terlambat lagi.” Jawab Ibu kepadanya.

“Ya Bu, Assalamualaikum.” Jawabnya sambil bergegas mengambil tas dan pergi ke sekolah.

           Siang itu memang sangat ramai, karena sudah waktunya pulang sekolah. Banyak orang tua yang menjemput anak-anaknya, tidak dengan Khairil, sebab dari kelas tiga ibunya tak pernah mengantar dan menjemputnya lagi.

Saat diperjalanan pulang Dia teringat akan pesan yang di sampaikan Bu Guru tadi. Dia tak tau bagaimana caranya menyampaikannya kepada Ibu. Dia harus segera melunasi uang *3 khatam Al-Quran itu, jika tidak Ia tidak dapat diikutsertakan. Tapi Dia sadar, Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan Ayahnya hanya seorang kuli angkat yang penghasilannya hanya seberapa. Pikirannya langsung berubah, jika nanti uang  itu dibantu Mama yaitu kakak dari Ibunya, Ia rela tidak mengikuti perayaan itu karena Mamanya telah kurang ajar kepada Nenek, Ayah, Ibu dan Dia.

           Seperti malam-malam biasanya, setiap malam Dia selalu belajar  ke rumah kerabat jauhnya, namanya Kak Aisyah, rumah Kak Aisyah kebetulan disamping rumahnya. Kak Aisyah mengajarinya agar nilai-nilainya tak selalu jelek.

“Kei, kapan Khatam Al-Quranmu diadakan ?” Tanya perempuan berkulit langsat yang berpostur agak besar itu kepadanya.

           “Mmm… Empat hari lagi Kak.” Jawabnya pelan agar tidak kedengaran Ibunya.

   

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh nisazahra2026 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 05 Jan 22