Buat kan 1 puisi yang bertema perpisahan dimasa pandemi

Berikut ini adalah pertanyaan dari dtayana9 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar

Buat kan 1 puisi yang bertema perpisahan dimasa pandemi

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Social Storytelling Platform

Home Puisi 15 Kumpulan Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Sahabat

15 Kumpulan Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Sahabat

NOVEMBER 3, 2020LEAVE A COMMENT ON 15 KUMPULAN PUISI PERPISAHAN SEKOLAH UNTUK GURU DAN SAHABAT

Di setiap ada pertemuan disitu pasti ada perpisahan, tidak mungkin bisa diingkari dan dihindari bahwa kondisi tersebut pasti akan terjadi pada waktunya. Dan jika tiba saatnya perpisahan itu datang pasti kita menginginkan perpisahan tersebut menyisakan kenangan dengan akhir yang membahagiakan dan takkan terlupakan.

Seperti perpisahan setelah lulus sekolah misalnya, perpisahan yang akan kita lalui untuk berpisah dengan guru – guru kesayangan kita dan sahabat – sahabat kita yang telah berjuang bersama untuk menempuh pendidikan bersama hingga lulus dan lanjut ke jenjang selanjutnya. Untuk mengenang setiap moment yang ada, kita bisa menuangkannya ke dalam sebuah puisi perpisahan.

Berikut ini adalah kumpulan puisi – puisi perpisahan sekolah untuk guru dan sahabat.

Kumpulan Puisi Perpisahan

1# Terima Kasih Guruku

Engkau bagaikan cahaya

Yang menerangi jiwa

Dari segala gelap dunia

Engkau adalah setetes embun

Yang menyejukan hati

Hati yang ditikam kebodohan

Sungguh mulia tugasmu Guru

Tugas yang sangat besar

Guru engkau adalah pahlawanku

Yang tidak mengharapkan balasan

Segala yang engkau lakukan

Engkau lakukan dengan ikhlas

Guru jasamu takkan kulupa

Guru ingin ingin kuucapkan

Terima kasih atas semua jasamu

***

2# Wahai Guruku

Guru…

Saat kau terima kami dengan tulus

Saat pertama langkah kaki ini

Kami tak mengerti…bahkan kami tak tahu

arah yang kami cari…

Tapi satu cita cita kami

Hanya ingin…menjadi manusia yang berguna

Kini…setelah hari ini…

Ketika hari berganti menjadi pasti

Kami akan pergi…untuk mengejar cita cita kami

Menggapai harapan kami

Melanjutkan langkah kaki ini

Untuk meraih segudang prestasi

Guru…

Bekal yang kau tanami kepada kami

Akan kami gali untuk masa depan kami

Akan kami ingat ketulusan

Jasa jasamu yang selalu sabar membimbing kami

Tak kan pernah bisa terganti

Terima kasih atas semua jasa jasamu

Dan untuk segala pengorbananmu

Wahai guruku…

***

3# Celotehan Pena

Dalam puing-puing dedaunan.

Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.

Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan, dalam butiran do’a.

Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya-sebuah perjumpaan.

Denyut nadi tak bisa berhenti.

Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.

Dari sebuah titik menjelma lah menjadi garis yang berlalu-lalang.

Itulah seumpamanya.

Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,

Yap…lebih tepatnya sebuah keakraban.

Lajur kehidupan memang ditakdirkan untuk berputar, begitu pula alur cerita ini-perjumpaan.

Sekian Lama tinggal di bukit suka.

Kini aku terjatuh, jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.

Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu-duka dan sakit.

Tertatih, tapi bukan seras pedih

Selayaknya mentari yang selalu menyinari, aku masih terus berfikir.

Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan?

Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.

Malam berlalu…

Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagi aku.

Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.

Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun, hujan bagaikan tangisanku.

Bagian dari suasana hatiku.

Hujan berhenti…Tahukah kau bintang…?

Tersadar akan ini, tak perlu terluka dalam nestapa, bahagiaku dengan manja.

Aku merasa cukup dengan semua itu-perjumpaan dan keakraban.

Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku, aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.

Namun…Kini ku menyadari…

Di dunia ini…

Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,

Begitu pula sebaliknya…

Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.

Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal.

Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal

Oleh : Thiany Sii Grey Cappucino

***

4# Maafkan Sahabat

Nafas ini tersengal menjerit

Diredam sedih dekap kerinduan

Tak peduli khalayak ramai

Perpisahan selalu menjadi bingkai perih

menghitung waktu ketika kita tak lagi bertemu

Sesering dulu saat kita berseragam abu-abu

Tak ada canda menertawai sang guru

Tak ada tawa menggunjing pemuda

Wahai sahabat perjuangan

Disini kita kan selalu ingat

Ada sahabat yang menuntun kita

Menuju kedewasaan

Diantara kemarahan kita

ada kedewasaan yang tersirat

Diantara kebersamaan kita

Ada kasih Tuhan yang tersurat

Maaf atas lisan yang tak bertuan

Maaf atas sikap yang tak berkelakuan

Maaf atas fikir yang tek tertentukan

Kita tetap dalam naungan persahabatan

Penjelasan:

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh sakinahcikidah dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 27 Jul 21